Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Analisis terbaru dari Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat pasar logam mulia, mengindikasikan bahwa harga emas per gram diperkirakan akan menguji level support pada kisaran Rp2,75 juta dalam pekan mendatang.
Level support tersebut menjadi titik penting karena historisnya menahan penurunan harga ketika sentimen pasar melemah. Jika berhasil bertahan, peluang bagi harga untuk kembali naik menjadi lebih besar.
Faktor‑faktor yang memengaruhi pergerakan
- Pergerakan dolar AS dan kebijakan moneter Federal Reserve yang dapat menekan atau menguatkan harga emas global.
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang berfluktuasi, memengaruhi biaya impor emas.
- Tekanan inflasi domestik yang biasanya meningkatkan minat beli logam mulia sebagai lindung nilai.
Melihat data historis dan proyeksi ekonomi, Assuaibi memperkirakan pada kuartal II tahun 2026 harga logam mulia berpotensi menembus batas Rp3,3 juta per gram. Peningkatan tersebut diperkirakan didorong oleh kombinasi kebijakan moneter ketat di Amerika, depresiasi rupiah, serta ketidakpastian geopolitik yang meningkatkan permintaan safe‑haven.
Implikasi bagi investor
Bagi investor ritel maupun institusi, skenario kenaikan ke level Rp3,3 juta menandakan peluang keuntungan jangka menengah. Namun, volatilitas tetap tinggi, sehingga diversifikasi portofolio dan pemantauan indikator makro ekonomi menjadi kunci.











