Keuangan.id – 01 Mei 2026 | Pada sesi perdagangan terbaru, harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan signifikan sebesar 35,36 persen, mencerminkan tekanan bearish yang melanda pasar saham Indonesia secara umum.
Program BBCA buyback
Seiring dengan penurunan tersebut, BCA mengumumkan peluncuran program pembelian kembali saham (buyback). Program ini dirancang untuk meningkatkan likuiditas, menstabilkan harga, serta mengembalikan nilai kepada pemegang saham. Manajemen menargetkan pembelian saham secara bertahap selama beberapa kuartal ke depan, dengan total nilai yang belum diungkapkan secara publik.
Buyback dianggap sebagai sinyal positif karena menandakan kepercayaan manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan, meskipun pasar berada dalam fase koreksi.
Data harga saham BBCA
| Tanggal | Harga Penutupan (IDR) | Perubahan |
|---|---|---|
| 01 Mei 2026 | 1.200.000 | – |
| 02 Mei 2026 | 1.180.000 | -1,67 % |
| 03 Mei 2026 | 1.100.000 | -6,78 % |
| 04 Mei 2026 | 945.000 | -14,09 % |
| 05 Mei 2026 | 770.000 | -18,52 % |
Data di atas menggambarkan penurunan tajam dalam seminggu terakhir, yang memicu kekhawatiran investor tetapi sekaligus membuka peluang bagi institusi untuk melakukan BBCA buyback.
Para analis memperkirakan bahwa bila program buyback berjalan sesuai rencana, tekanan penurunan dapat mereda dalam jangka menengah. Namun, faktor eksternal seperti sentimen global dan kebijakan moneter tetap menjadi variabel penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga ke depan.
