Keuangan.id – 30 April 2026 | Rupiah tergelincir ke level Rp17.353 per dolar AS, menandai penurunan tajam yang dipicu oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi outflow dana asing hingga Rp15 triliun. Kondisi ini menambah beban pada nilai tukar Indonesia di tengah tekanan global yang belum mereda.
Konflik terbaru di wilayah Timur Tengah mengakibatkan lonjakan harga minyak mentah, yang secara tidak langsung meningkatkan beban impor energi bagi Indonesia. Sementara itu, kebijakan moneter di Amerika Serikat yang masih mengarah pada suku bunga tinggi memperkuat dolar AS, menurunkan daya beli mata uang lokal.
Di dalam negeri, sentimen investor internasional dipengaruhi oleh penyesuaian indeks MSCI Emerging Markets. Potensi penarikan dana sebesar Rp15 triliun diproyeksikan dapat mempercepat tekanan jual Rupiah, terutama bila aliran modal keluar tidak diimbangi dengan masuknya investasi baru.
| Tanggal | Rupiah per USD |
|---|---|
| 20 Apr 2026 | Rp17.100 |
| 21 Apr 2026 | Rp17.200 |
| 22 Apr 2026 | Rp17.353 |
Bank Indonesia diperkirakan akan tetap mengawasi likuiditas pasar dan menyiapkan intervensi bila diperlukan. Namun, dengan faktor eksternal yang masih tidak pasti, pemulihan nilai tukar diperkirakan memerlukan waktu dan dukungan kebijakan fiskal yang kuat.











