Keuangan.id – 27 April 2026 | Pasar valuta Indonesia mencatat penguatan nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp17.211 per dolar AS pada sesi perdagangan terbaru. Kenaikan ini dipicu oleh munculnya sinyal damai antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan optimisma investor global.
Sinyal diplomatik tersebut memicu pergeseran aliran modal kembali ke aset berisiko, termasuk mata uang emerging market seperti Rupiah. Meskipun demikian, lembaga pemeringkat Moody’s baru-baru ini menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif, menambah tekanan pada sentimen pasar.
Faktor-faktor yang memengaruhi penguatan Rupiah
- Sinyal perdamaian AS‑Iran yang mengurangi ketidakpastian geopolitik.
- Peningkatan permintaan risk‑on pada aset emerging market.
- Kebijakan moneter Bank Indonesia yang tetap konsisten.
- Penurunan harga komoditas utama yang menurunkan impor dolar.
Analisis menunjukkan bahwa meski outlook Moody’s negatif, faktor eksternal seperti stabilitas politik regional dan pergerakan pasar global dapat memberikan dukungan jangka pendek bagi nilai tukar. Pengamat memperkirakan Rupiah dapat tetap berada di kisaran Rp17.200‑Rp17.300 jika kondisi tersebut berlanjut.











