Keuangan.id – 27 April 2026 | Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmen memperkuat ketahanan energi nasional dengan mendorong penggunaan mata uang rupiah dalam setiap transaksi batu bara DMO.
Alasan Strategis Penggunaan Rupiah
Penggunaan rupiah dipandang dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang asing, terutama dolar AS, yang sering kali berfluktuasi. Dengan bertransaksi dalam rupiah, negara dapat mengendalikan arus devisa dan meminimalkan dampak perubahan nilai tukar terhadap biaya impor batu bara.
Dampak Terhadap Nilai Tukar
Transaksi dalam rupiah membantu menstabilkan nilai tukar karena permintaan akan mata uang lokal meningkat. Stabilitas nilai tukar pada gilirannya menurunkan risiko inflasi dan memberikan kepastian bagi pelaku pasar energi.
Manfaat Bagi Industri dan Konsumen
Bagi produsen energi, penggunaan rupiah mempermudah perencanaan keuangan jangka panjang. Konsumen akhir, termasuk perusahaan pembangkit listrik, dapat menghindari biaya tambahan yang biasanya muncul akibat selisih kurs.
- Meningkatkan likuiditas pasar domestik
- Memperkuat cadangan devisa negara
- Mengurangi volatilitas harga energi
Secara keseluruhan, langkah ini diharapkan menjadi pendorong utama bagi kestabilan energi nasional sekaligus mendukung kebijakan ekonomi makro pemerintah.











