Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Mata Uang Indonesia?

Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Mata Uang Indonesia?
Rupiah Melemah, Dolar AS Menguat: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Mata Uang Indonesia?

Keuangan.id – 12 Mei 2026 | Rupiah terus melemah terhadap dolar AS pada awal pekan ini. Menurut data Bloomberg, rupiah di pasar spot harus rela ditutup melempem ke level Rp17.407 per dolar AS. Hal ini terjadi karena tekanan global yang kian mencekik ditambah sentimen domestik yang rapuh.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menunjuk kenaikan harga minyak mentah dunia sebagai “biang kerok” utama yang menggerus kekuatan rupiah. Situasi kian memanas setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu, yang memicu kekhawatiran pasokan energi dan memperkasa posisi the greenback.

Menurut data yang dihimpun, sejumlah bank besar di Indonesia menetapkan kurs jual dolar AS bervariasi antara Rp17.395 hingga Rp17.705. HSBC adalah bank yang menjual dolar paling mahal di harga Rp17.205. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk mengacu pada data terbaru, kurs beli USD (E-Rate) berada di level Rp17.365 dengan kurs jual Rp17.395.

Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp17.300-Rp17.400 per dolar AS. Para analis menilai pelemahan rupiah dipicu oleh buntunya jalan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, dua negara yang berkonflik di Timur Tengah sejak 28 Februari lalu. Kebuntuan negosiasi dua negara itu memicu naiknya harga minyak dunia pada awal pekan ini dan turut menekan perekonomian global, termasuk Indonesia.

Di tengah kepungan tren negatif ini, hanya Yuan China dan Dolar Taiwan yang mampu sedikit bernapas lega dengan penguatan tipis. Won Korea Selatan tercatat sebagai yang paling menderita dengan anjlok 0,73 persen, disusul Baht Thailand yang ambles 0,56 persen.

Masa depan rupiah di sisa pekan ini tampak kian suram jika tidak ada intervensi atau sentimen positif yang mampu menahan laju kejatuhannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memantau perkembangan terkini dan melakukan strategi yang tepat untuk menghadapi pelemahan rupiah.

Exit mobile version