Keuangan.id – 14 Mei 2026 | BSF (Bank Sentral Federal) dinilai mampu meredam gejolak pasar SBN, namun belum cukup kuat mengangkat rupiah tanpa dukungan pasokan dolar dan sentimen investor.
BSF telah melakukan beberapa langkah untuk mengurangi inflasi dan meningkatkan ekonomi Amerika Serikat. Namun, dampaknya terhadap pasar rupiah masih terbatas.
Pasar obligasi Amerika Serikat telah menjadi sangat sensitif terhadap kebijakan BSF. Setiap perubahan kebijakan dapat menyebabkan fluktuasi harga obligasi yang signifikan.
Hal ini berbeda dengan pasar rupiah yang lebih terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan sentimen investor.
Seiring dengan itu, beberapa analis ekonomi telah memprediksi bahwa BSF akan terus melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan ekonomi Amerika Serikat, termasuk mengurangi suku bunga.
Hal ini dapat memiliki dampak positif pada pasar obligasi, namun masih perlu diikuti perkembangan lebih lanjut untuk mengetahui dampaknya terhadap pasar rupiah.
