Rupiah Melemah di Atas Rp 17.000, Masyarakat Berbondong-bondong Jual Dolar

Rupiah Melemah di Atas Rp 17.000, Masyarakat Berbondong-bondong Jual Dolar
Rupiah Melemah di Atas Rp 17.000, Masyarakat Berbondong-bondong Jual Dolar

Keuangan.id – 17 April 2026 | Nilai tukar rupiah kembali tertekan melewati batas psikologis Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (USD). Penurunan ini memicu gelombang penjualan dolar di kalangan publik, terutama di kota-kota besar.

Beberapa money changer ternama melaporkan lonjakan signifikan dalam transaksi jual dolar. Di BSD, Dolarindo mencatat peningkatan volume transaksi hingga 40% dibandingkan hari sebelumnya, sementara Dolarasia di kawasan Tebet, Jakarta, melaporkan pertumbuhan serupa dengan kenaikan 35%.

Kurs jual dolar di kedua outlet tersebut berada di kisaran Rp 17.100‑17.150, sedikit di atas level penutupan terakhir pasar spot. Kenaikan ini memperlebar selisih antara kurs jual dan kurs beli, menambah tekanan pada likuiditas pasar.

  • Penyebab melemahnya rupiah:
    • Aliran keluar modal asing yang dipicu oleh kebijakan moneter global dan ekspektasi suku bunga lebih tinggi di Amerika Serikat.
    • Kenaikan harga komoditas impor, terutama energi dan makanan, yang menambah defisit perdagangan.
    • Sentimen pasar yang cenderung risk-off setelah data inflasi global menunjukkan tekanan harga.
  • Dampak pada masyarakat:
    • Investor ritel beralih menjual dolar untuk menghindari kerugian nilai tukar.
    • Pedagang dan pelaku usaha yang mengandalkan impor menunda pembelian hingga nilai tukar stabil.

Pihak Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau pergerakan nilai tukar dan siap melakukan intervensi bila diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar. Namun, BI juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Para analis memperkirakan bahwa rupiah dapat terus berfluktuasi di kisaran Rp 17.000‑Rp 17.300 selama beberapa minggu ke depan, tergantung pada arah kebijakan moneter global dan data ekonomi domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *