Keuangan.id – 18 Mei 2026 | Pada Senin (30/3/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi melemah, menurut analisis dari pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi. Menurutnya, indeks dolar AS berpotensi bergerak menguat dan melebar, yang berimplikasi langsung pada fluktuasi mata uang Garuda.
Ibrahim memperkirakan indeks dolar AS akan bergerak dalam rentang support di level 97,300 dan resistance di level 101,100. "Pertama untuk US dolar sendiri, indeks dolar kemungkinan besar dalam perdagangan minggu depan itu akan melebar," ujarnya.
Simulasi pergerakan kurs rupiah melalui analisis teknikal, Ibrahim memetakan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi bergerak dinamis di kisaran Rp17.260 hingga Rp17.930 per dolar AS. Apabila indeks dolar global melandai menuju area support 97,300, mata uang rupiah memiliki ruang untuk menguat tipis ke kisaran Rp17.260 per dolar AS. Sebaliknya, jika sentimen global mendorong indeks dolar menanjak ke zona resistance 101,100, nilai tukar rupiah berisiko melemah dan mendekati level Rp17.930 per dolar AS.
Faktor utama yang membayangi pergerakan ini adalah kombinasi dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak mentah dunia, serta dinamika hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Ibrahim menilai tren penguatan dolar AS saat ini bergerak selaras dengan peluang kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi memperlebar defisit bagi negara-negara berkembang yang berstatus net importir minyak, termasuk Indonesia.
Salah satu fokus utama pasar saat ini tertuju pada koridor logistik laut di Selat Hormuz. Selama ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda rekonsiliasi, pelaku pasar diperkirakan akan tetap mempertahankan permintaan yang tinggi terhadap dolar AS sebagai aset aman.
Sentimen hubungan dagang AS-Tiongkok juga turut menjadi instrumen penentu sentimen pasar. Perkembangan diplomasi ekonomi antara dua kekuatan besar dunia juga turut menjadi faktor yang membayangi pergerakan nilai tukar rupiah.
Jadi, apa yang akan terjadi dengan nilai tukar rupiah di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa pergerakan nilai tukar rupiah akan terus dipengaruhi oleh faktor-faktor geopolitik, ekonomi, dan keuangan.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah melemah pada perdagangan pekan lalu dan diprediksi akan terus melemah di masa depan. Namun, perlu diingat bahwa nilai tukar rupiah dapat bergerak secara dinamis dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Dengan demikian, kita harus tetap waspada dan mengikuti perkembangan nilai tukar rupiah di masa depan. Apalagi, dengan adanya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, maka pergerakan nilai tukar rupiah dapat menjadi sangat tidak pasti.
Sebelum menutup, mari kita lihat beberapa fakta menarik tentang nilai tukar rupiah:
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah melemah sebesar 5% dalam 1 bulan terakhir.
- Indeks dolar AS berpotensi bergerak menguat dan melebar dalam rentang support di level 97,300 dan resistance di level 101,100.
- Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak mentah dunia akan terus membayangi pergerakan nilai tukar rupiah.
