Keuangan.id – 18 Mei 2026 | Banyak penipuan yang terjadi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong masyarakat untuk melapor ke SAGI 127 jika menemukan indikasi praktik penipuan.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa pihaknya membuka akses pengaduan masyarakat melalui hotline SAGI 127 untuk pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
Pencegahan Penipuan
Sony memaparkan bahwa masyarakat dapat menggunakan hotline SAGI 127 untuk menyampaikan informasi, bukti percakapan, dokumen, hingga dugaan penawaran jasa pengurusan maupun percepatan verifikasi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan secara tidak resmi.
Dia menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi lokasi dalam program MBG dilakukan sesuai mekanisme resmi, tanpa pungutan biaya.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan jalur cepat, bantuan kelulusan, maupun jasa pengurusan tertentu dengan imbalan uang.
Laporan Polisi
BGN mencatat sedikitnya tiga perkara dugaan tindak pidana terkait modus penjualan titik lokasi dan jasa pengurusan SPPG yang sedang berproses.
Kasus pertama adalah Laporan Polisi Nomor LP/B/5/I/2026/SPKT/Polda Jawa Barat tertanggal 6 Januari 2026 yang ditangani Ditreskrimum Polda Jawa Barat.
Sony menyebutkan ada 21 korban dalam laporan polisi itu dan penyidik telah menetapkan tersangkanya.
Lalu, yang kedua, Laporan Pengaduan Nomor P/131/II/2026/Reskrim tertanggal 16 Februari 2026 yang ditangani Polres Lombok Timur, dengan status pemeriksaan saksi.
Badan Gizi Nasional meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan pejabat BGN atau pemerintah.
Masyarakat diminta untuk melaporkan ke SAGI 127 jika menemukan indikasi praktik penipuan.
Dengan demikian, diharapkan penipuan dapat dicegah dan program MBG dapat berjalan dengan lancar.
Badan Gizi Nasional berharap masyarakat dapat bekerja sama untuk mencegah penipuan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya makan bergizi.
