Keuangan.id – 18 Mei 2026 | Di tengah kesibukan sehari-hari, ada satu topik yang kembali menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Topik tersebut adalah tentang nama anak, khususnya bagi ibu yang baru melahirkan. Nama anak pertama pasangan Alyssa Daguise dan Al Ghazali, Soleil Zephora Ghazali, tengah menjadi perhatian warganet di media sosial.
Alyssa menceritakan kekesalannya lewat media sosial karena netizen yang menjadikan nama anaknya sebagai bahan candaan. Ia meminta publik untuk menghargai nama yang telah dipilih penuh makna dan doa untuk sang buah hati. "Aku tau nama Soleil mungkin terdengar unik buat sebagian orang, tapi tolong jangan dijadikan bahan bercanda ya. Nggak lucu. Namanya punya arti dan makna yang sangat spesial buat kita, jadi aku harap bisa dihargai, makasih," tulis Alyssa di sosmednya.
Nama Soleil sendiri artinya matahari dari bahasa Prancis, yang merupakan simbol cahaya dan energi positif. "Kalau Zephora itu terinspirasi dari istri Nabi Musa. Karena jujur aja kalau cewek aku belum ada pikiran nama sebelumnya. Tapi nama Zephora ini dari aku kecil yang selalu pengin aku namain ke anak aku," jelas Al Ghazali ditemui wartawan JWCC Jakarta.
Ya Moms, memilih nama untuk anak bukan sekadar memberi identitas, tetapi juga menyimpan harapan dan doa dari orang tua. Karena itu, candaan atau komentar negatif tentang nama anak sering kali terasa lebih sensitif, terutama bagi ibu yang baru melahirkan. Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli, M.Psi.,Psi., menjelaskan ibu yang baru melahirkan umumnya memiliki naluri protektif yang sangat kuat terhadap bayinya.
Dalam kondisi tersebut, bayi masih dipersepsikan sebagai bagian dari dirinya sendiri, sehingga komentar apa pun tentang sang anak dapat langsung memicu respons emosional. Menurut Verauli, candaan yang mungkin dianggap lucu oleh orang lain bisa dirasakan sebagai ancaman oleh seorang ibu. Bukan hanya terhadap anaknya, tetapi juga terhadap identitas dirinya sebagai ibu.
"Jadi bagi si ibu, candaan tadi gak jadi humor lagi buat mereka, tapi sudah dihayati sebagai threat. Threat di sini maksudnya ancaman terhadap identitas keakuannya, naluri protektif si ibunya, terhadap attachment-nya si ibu atas bayinya gitu," ucapnya kepada kumparanMOM, Rabu (13/5). Ia menambahkan, kondisi biologis dan psikologis ibu setelah melahirkan juga membuat emosi menjadi lebih sensitif.
Perubahan hormon, terutama meningkatnya hormon oksitosin, membuat ikatan emosional antara ibu dan bayi menjadi sangat kuat. Akibatnya, komentar kecil sekali pun bisa terasa seperti serangan, apalagi jika menyangkut nama bayi yang sudah dipilih penuh makna oleh orang tua.
"Nama yang dipilihkan oleh orang tua kan adalah nama yang sudah jadi kayak harapan, doa gitu. Yang sudah benar-benar dimaknai dalam cara-cara yang udah tertentu gitu, bahkan sakral kadang-kadang," imbuhnya. Selain faktor hormonal, masa postpartum juga menjadi periode yang tidak mudah bagi ibu.
Kurang tidur, kelelahan, perubahan peran, hingga proses beradaptasi sebagai orang tua baru membuat kondisi emosional ibu lebih rentan. Verauli juga menilai, lingkungan sekitar perlu lebih berhati-hati dalam bercanda, terutama di depan ibu yang baru melahirkan.
Menurutnya, momen setelah persalinan adalah masa ketika ibu sangat membutuhkan dukungan emosional, bukan tambahan tekanan.
Maia Estianty, ibu dari Al Ghazali, juga mengalami perasaan yang serupa ketika melihat cucunya, Soleil Zephora Ghazali. Ia mengaku sangat bahagia sejak hadirnya cucunya dan merasa jatuh cinta untuk pertama kali saat melihat sang cucu.
"Euforia jadi Oma… Dari sejak kamu lahir… semua terasa lebih hangat, hati terasa lebih lembut. Tangisan dan senyuman kecilmu mengubah semua rutinitas, membuat seorang oma kembali berdebar seperti jatuh cinta untuk pertama kali," tulis Maia di Instagram-nya.
Maia juga mengaku kini lebih sering datang ke rumah Al dan Alyssa demi bertemu sang cucu.
"Maaf ya @alyssadaguise dan @alghazali7 kalau Omanya gangguin terus datang ke rumah. Orangtua yang hebat, sigap kapan aja… love you," tutup Maia.
Dengan demikian, kita dapat memahami lebih baik mengapa nama anak harus dihargai, terutama bagi ibu yang baru melahirkan. Nama anak bukan sekadar identitas, tetapi juga harapan dan doa dari orang tua yang penuh makna.
