Keuangan.id – 10 April 2026 | Rival Veda Pratama kembali mencuri perhatian pada Grand Prix Moto3 Amerika yang digelar di Circuit of the Americas, Texas, pada akhir pekan kemarin. Meskipun memulai balapan dari posisi terbelakang, sang pembalap Indonesia berhasil menembus zona poin, menambah catatan prestasi yang semakin mengukir reputasi di kancah balap dunia.
Strategi dan Tantangan Awal
Veda Pratama, yang dikenal dengan julukan “Rival”, terpaksa memulai balapan dari barisan belakang karena sejumlah kendala teknis pada sesi kualifikasi. Hal ini menjadi beban tambahan, mengingat lintasan COTA terkenal dengan tikungan tajam dan perubahan elevasi yang menuntut konsistensi tinggi. Meskipun demikian, timnya berhasil menyiapkan motor dengan pengaturan yang tepat, memaksimalkan akselerasi keluar tikungan dan menyeimbangkan traksi pada bagian tengah lintasan.
Perjalanan Balapan
Setelah lampu start menyala, Rival langsung menampilkan agresivitas yang terkontrol. Pada lap pertama, ia berhasil menembus tiga posisi, memanfaatkan slipstream pada jalur utama dan melakukan overtaking di sektor “Esses”. Pada pertengahan balapan, ia berada di posisi ke-12, masih cukup jauh dari zona poin, namun kecepatan rata‑rata motornya terus meningkat.
Menjelang lap ke‑15, Rival menampilkan manuver berani di tikungan ke‑7 (Turn 12) dengan memotong jalur dalam, mengurangi jarak dengan pembalap di depan dan menukar posisi menjadi ke‑9. Pada lap‑18, ia berhasil memanfaatkan ruang terbuka pada lintasan lurus utama, menembus ke‑7 dan menguatkan posisi di zona poin.
Masuk Zona Poin
Di lap terakhir, persaingan semakin ketat. Rival menahan tekanan dari pembalap lain yang juga berjuang untuk poin. Dengan ketelitian pengereman dan pemilihan jalur yang tepat, ia berhasil menyelesaikan balapan di posisi ke‑10, mengantarkan satu poin ke klasemen pembalap Moto3. Pencapaian ini mendapat sorotan positif dari para pengamat dan komentator yang memuji ketangguhan mental serta kecerdasan taktik sang pembalap.
- Posisi akhir: 10
- Poin diperoleh: 1
- Waktu terbaik: 1:45.237 (lap 16)
- Jumlah overtaking berhasil: lebih dari 15 kali
Reaksi dan Pujian
Para analis balap Moto3 menilai bahwa keberhasilan Rival keluar dari posisi belakang bukan sekadar kebetulan. “Ia menunjukkan kemampuan membaca lintasan secara intuitif, serta mengatur kecepatan mesin dengan presisi yang luar biasa,” ujar seorang analis senior. Di sisi lain, tim teknis Veda menyatakan bahwa persiapan motor dan data telemetri yang akurat berperan penting dalam mengeksekusi strategi overtaking yang agresif namun aman.
Selain pujian dari pihak teknis, para sesama pembalap juga memberikan apresiasi. Salah satu pesaing terdekatnya menyebut Rival sebagai “pembalap yang tidak pernah menyerah, selalu mencari peluang bahkan dalam situasi paling menantang.”
Implikasi pada Klasemen Musim Ini
Poin tambahan tersebut menambah total poin Rival menjadi 28, menempatkannya di posisi ke‑12 klasemen pembalap Moto3. Meskipun masih jauh dari pemimpin klasemen, penampilan konsisten di lintasan internasional meningkatkan peluangnya untuk menjadi kandidat kuat dalam perebutan gelar akhir musim.
Keberhasilan di Amerika juga memberi dorongan moral bagi tim Indonesia yang tengah berusaha meningkatkan eksistensi di dunia MotoGP. Dengan performa yang semakin stabil, Veda Pratama diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda pembalap Indonesia.
Secara keseluruhan, balapan Moto3 Amerika menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, strategi yang matang, dan kerja sama tim dapat mengubah kondisi start yang tidak menguntungkan menjadi hasil yang memuaskan. Rival Veda Pratama telah menegaskan bahwa ia mampu bersaing di level tertinggi, meski harus memulai dari barisan terbelakang.
Ke depannya, para penggemar dan pengamat akan terus memantau perkembangan Rival, khususnya pada seri berikutnya yang dijadwalkan di Jerman. Jika ia dapat mempertahankan ritme yang sama, peluangnya untuk menembus posisi podium menjadi lebih realistis.











