Keuangan.id – 03 April 2026 | Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Republik Korea yang menghasilkan komitmen investasi senilai total USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun. Dari Jepang tercatat komitmen sebesar USD 23,63 miliar (Rp401,7 triliun), sedangkan Korea Selatan menyumbang USD 10,26 miliar (Rp174 triliun).
Beberapa poin penting dari hasil kunjungan tersebut antara lain:
- Komitmen investasi mencapai Rp575 triliun, menunjukkan kepercayaan tinggi investor global terhadap kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
- Fokus investasi meliputi hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, dan pengembangan sektor strategis nasional.
- Presiden Prabowo terlibat aktif dalam negosiasi, mendengarkan kebutuhan pelaku usaha, memberikan respons cepat, serta mengeluarkan arahan langsung.
- Pemerintah berkomitmen mengawal realisasi seluruh kesepakatan agar dapat segera memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, capaian ini dipandang sebagai bukti kuat bahwa Indonesia mampu menarik investasi besar dari negara maju, sekaligus memperkuat posisi negara dalam rantai nilai global. Pemerintah menegaskan bahwa implementasi investasi akan dipantau ketat untuk memastikan bahwa proyek‑proyek yang dijanjikan dapat terlaksana tepat waktu dan memberikan manfaat yang maksimal bagi rakyat Indonesia.











