Keuangan.id – 14 Maret 2026 | Ramadan tiba, umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Selain menahan lapar dan dahaga, perubahan pola makan serta jam tidur dapat memberi dampak signifikan pada kondisi kulit. Banyak orang melaporkan kulit menjadi lebih kering, kusam, bahkan muncul jerawat di pertengahan hari. Menyikapi hal tersebut, Dr. dr. Fitria Agustina, Sp.DVE, seorang dermatolog ternama, membagikan penjelasan ilmiah dan tips praktis agar kulit tetap terjaga kesehatan dan tetap bersinar selama Ramadan.
Apa itu Multi‑Layer Hydration Loss?
Menurut Dr. Fitria, istilah “multi‑layer hydration loss” menggambarkan kondisi di mana kulit kehilangan kelembapan tidak hanya pada lapisan luar tetapi juga pada lapisan‑lapisan dalamnya. Selama berpuasa, asupan cairan terbatas, konsumsi makanan tinggi gula dan garam saat berbuka, serta perubahan siklus tidur menjadi faktor utama yang memperparah kehilangan hidrasi pada tiga lapisan kulit: epidermis, dermis, dan subkutan.
Mekanisme Lapisan Kulit dan Dampaknya
Epidermis terdiri dari beberapa sub‑lapisan, mulai dari stratum basale, spinosum, granulosum, lucidum, hingga stratum korneum. Stratum korneum menyerupai susunan “brick and mortar”, di mana sel‑sel keratin (brick) diikat oleh lipid (mortar). Pada kondisi normal, lapisan ini memiliki 10‑20 baris sel yang rapat, menjaga barrier kulit tetap kuat.
Ketika kulit kekurangan cairan, sel‑sel korneosit menjadi renggang, sehingga kemampuan memantulkan cahaya berkurang. Hasilnya kulit tampak kusam, lebih rentan terhadap alergen, dan mudah iritasi. Selain itu, barrier yang lemah mempermudah masuknya bakteri yang dapat memicu jerawat.
Strategi Deep Hydration yang Direkomendasikan
Untuk mengembalikan keseimbangan hidrasi, Dr. Fitria menekankan pentingnya “deep hydration”, yaitu mengunci air hingga ke lapisan terdalam kulit. Berikut langkah‑langkah praktis yang dapat diterapkan setiap hari puasa:
- Minum setidaknya 2‑2,5 liter air pada saat sahur dan berbuka; bagi asupan menjadi beberapa kali kecil untuk memaksimalkan penyerapan.
- Pilih moisturizer berbasis air yang mengandung hyaluronic acid; bahan ini dapat menahan air hingga seribu kali beratnya tanpa meninggalkan rasa berat.
- Gunakan produk yang mengandung ceramides atau lipid mirip “mortar” untuk memperkuat lapisan lipid pada stratum korneum.
- Hindari makanan tinggi gula dan garam saat berbuka; pilih buah segar, sayuran, serta protein ringan untuk mengurangi beban osmotik pada kulit.
- Jaga kualitas tidur dengan tidur cukup setelah tarawih; pola tidur yang teratur membantu proses regenerasi sel kulit di malam hari.
- Tambahkan suplemen anti‑oksidan seperti vitamin C dan E dalam diet, atau konsumsi buah beri yang kaya flavonoid untuk melindungi kulit dari stres oksidatif.
Produk Pilihan dan Cara Pemakaian
Moisturizer water‑based dengan konsentrasi hyaluronic acid 1‑2 % menjadi pilihan utama. Oleskan secara merata pada wajah yang telah dibersihkan, tepat setelah menggunakan toner, dan lakukan pijatan ringan untuk membantu penyerapan. Pada malam hari, tambahkan serum yang mengandung ceramides untuk memperbaiki barrier kulit selama tidur.
Selain perawatan topikal, penting juga mengingat hidrasi internal. Minum air putih, infused water dengan potongan mentimun atau lemon, serta sup ringan pada sahur dapat menambah kadar cairan tubuh tanpa menambah beban gula.
Dengan mengintegrasikan pola makan seimbang, hidrasi yang cukup, serta perawatan kulit yang menargetkan semua lapisan, kulit dapat tetap kenyal, bersinar, dan terhindar dari masalah yang umum muncul selama Ramadan. Praktik sederhana ini tidak hanya membuat penampilan lebih glowing, tetapi juga mendukung kesehatan kulit jangka panjang.











