Berita  

Ramadan 1447 H dan Idul Fitri 2026: Hitung Hari Puasa, Penetapan 1 Syawal, dan Perbandingan Kalender Indonesia‑Malaysia

Ramadan 1447 H dan Idul Fitri 2026: Hitung Hari Puasa, Penetapan 1 Syawal, dan Perbandingan Kalender Indonesia‑Malaysia
Ramadan 1447 H dan Idul Fitri 2026: Hitung Hari Puasa, Penetapan 1 Syawal, dan Perbandingan Kalender Indonesia‑Malaysia

Keuangan.id – 14 Maret 2026 | Jakarta, 13 Maret 2026 – Umat Islam di Indonesia tengah menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah. Pada hari ini, tanggal 13 Maret 2026, umat yang mengikuti kalender Muhammadiyah menandai puasa ke‑24, sementara yang mengacu pada keputusan Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) berada pada puasa ke‑23.

Awal Ramadan 1447 H di Indonesia

Penetapan awal bulan Ramadan 1447 H berbeda antara dua otoritas utama. Muhammadiyah, yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), memulai Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara Kemenag‑NU menetapkan tanggal 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan kombinasi hisab astronomi dan rukyatul hilal.

Hitung Hari Puasa Hingga 13 Maret 2026

Jika 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari, maka 13 Maret merupakan hari ke‑24 puasa. Jika dimulai pada 19 Februari, hari ini adalah hari ke‑23. Kedua perhitungan tetap sah karena masing‑masing memiliki landasan ilmiah dan keagamaan yang kuat.

Penetapan 1 Syawal 1447 H (Idul Fitri)

Berbagai lembaga memperkirakan tanggal Idul Fitri 2026 yang bertepatan dengan 1 Syawal 1447 H. Berikut rangkuman perkiraan:

Lembaga Perkiraan Tanggal Metode
Kementerian Agama RI Sabtu, 21 Maret 2026 Hisab + Rukyatul Hilal (sidang isbat 19 Maret)
Muhammadiyah Jumat, 20 Maret 2026 Hisab berdasarkan KHGT
NU (IRNU) Belum resmi, menunggu sidang isbat Imkanur Rukyah
Malaysia 20 atau 21 Maret 2026 Rukyatul hilal dengan kriteria MABIMS

Sidang isbat nasional dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026, yang sekaligus menjadi 29 Ramadan 1447 H. Keputusan akhir akan diumumkan setelah verifikasi hilal di beberapa titik pengamatan.

Perbedaan Metode Penetapan

  • Hisab – perhitungan astronomi berbasis posisi matahari, bulan, dan bumi.
  • Rukyatul Hilal – pengamatan langsung bulan sabit pada saat maghrib.
  • MABIMS – standar kerjasama Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang menetapkan ketinggian hilal minimal 3° dan elongasi 6,4°.

Indonesia menerapkan kombinasi hisab dan rukyatul hilal, sedangkan Muhammadiyah lebih mengandalkan hisab murni. Malaysia mengikuti kriteria MABIMS, sehingga tanggal Idul Fitri dapat berbeda satu hari dengan Indonesia tergantung pada hasil pengamatan pada 29 Ramadan.

Jadwal Imsakiyah dan Persiapan Lebaran

Kalender imsakiyah resmi Kemenag menampilkan jadwal imsak dan buka puasa mulai dari 19 Februari hingga akhir Ramadan. Pemerintah juga telah merilis kalender libur nasional, dengan cuti bersama mulai 21 Maret menandai kemungkinan hari raya.

Umat Muslim diminta tetap melaksanakan ibadah dengan khusyuk, sambil menunggu pengumuman resmi. Meskipun perbedaan satu hari tampak kecil, hal ini memengaruhi persiapan logistik, jadwal kerja, dan tradisi keluarga.

Kesimpulannya, tahun 2026 menandai Ramadan 1447 H yang dimulai pada 18 atau 19 Februari, dengan puasa ke‑23/‑24 pada 13 Maret. Penetapan 1 Syawal diperkirakan jatuh pada 20‑21 Maret, tergantung pada hasil sidang isbat dan pengamatan hilal. Perbedaan metodologi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan negara tetangga seperti Malaysia menegaskan pentingnya koordinasi regional dalam menentukan kalender Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *