Keuangan.id – 08 April 2026 | Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini tidak hanya dipakai di dalam negeri, melainkan juga semakin populer di pasar internasional. Tren pembayaran lintas negara ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
- Peningkatan pengguna: Lebih dari 1,2 juta pedagang di luar Indonesia telah mengaktifkan QRIS untuk menerima pembayaran dari wisatawan dan pembeli online.
- Volume transaksi: Pada kuartal terakhir, total transaksi mencapai Rp 12 triliun, naik dari Rp 8,3 triliun pada tahun sebelumnya.
- Negara mitra utama: Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam menjadi pasar terbesar bagi QRIS cross‑border.
Keberhasilan QRIS dalam menembus pasar regional juga memperkuat posisi Indonesia sebagai hub fintech di Asia Tenggara. Pemerintah berencana memperluas jaringan QRIS ke lebih dari 15 negara dalam dua tahun ke depan, sekaligus meningkatkan standar keamanan melalui enkripsi data end‑to‑end.
Namun, tantangan tetap ada. Persaingan dengan sistem QR internasional seperti Alipay dan WeChat Pay menuntut inovasi berkelanjutan, terutama dalam hal kecepatan settlement dan biaya transaksi yang kompetitif. Selain itu, edukasi bagi konsumen dan pedagang tentang manfaat QRIS cross‑border masih perlu digalakkan secara luas.
Secara keseluruhan, pertumbuhan pesat QRIS lintas batas mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan pembayaran digital. Jika tren ini terus berlanjut, QRIS berpotensi menjadi standar pembayaran utama tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh kawasan ASEAN.











