Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan langkah untuk mengaktifkan instrumen intervensi pasar obligasi negara, yaitu Bond Stabilization Fund (BSF), guna meredam gejolak nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Keputusan ini diambil setelah nilai tukar Rupiah mencapai titik terendah sepanjang sejarah, yaitu Rp17.510 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026.
Menkeu Purbaya menyatakan bahwa pihaknya akan masuk ke pasar obligasi untuk menekan potensi kerugian modal bagi investor asing. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengaktifkan instrumen seperti BSF agar imbal hasil tidak terlalu tinggi. "Kita akan mulai membantu besok (13 Mei 2026) mungkin dengan masuk ke market. Bantunya dengan masuk ke bond market, itu yang Bond Stabilization Fund," ujar Purbaya.
Purbaya juga memastikan bahwa kondisi keuangan negara hingga akhir tahun tetap dalam posisi aman. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan simulasi terkait dampak kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar Rupiah ke dalam APBN hingga akhir tahun. Lebih lanjut, Menkeu tetap menyerahkan solusi penanganan utama nilai tukar Rupiah kepada Bank Indonesia (BI) sebagai pengampu tugas stabilitas moneter.
Kementerian Keuangan hanya akan membantu secara bertahap melalui pasar Surat Berharga Negara (SBN) guna memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik. Dengan demikian, diharapkan bahwa nilai tukar Rupiah dapat distabilisasi dan kepercayaan investor dapat dipulihkan.
Dalam beberapa minggu terakhir, nilai tukar Rupiah telah mengalami depresiasi yang signifikan terhadap dolar AS. Hal ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor dan masyarakat. Dengan langkah yang diambil oleh pemerintah, diharapkan bahwa kekhawatiran tersebut dapat mereda dan stabilitas ekonomi dapat dipertahankan.
Untuk meningkatkan kepercayaan investor, pemerintah perlu terus memantau situasi ekonomi global dan domestik, serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mempertahankan stabilitas keuangan. Dengan demikian, diharapkan bahwa perekonomian Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang dengan stabil.











