Keuangan.id – 05 April 2026 | Babak Championship Liga 2 2025-2026 memasuki fase krusial menjelang akhir musim. Pertarungan di wilayah timur semakin memanas setelah pekan ke-23, dengan tiga tim utama—PSS Sleman, Persipura, dan Garudayaksa FC—berjuang keras untuk mengamankan tiket promosi ke Super League.
Performa PSS Sleman Mengukir Dominasi
PSS Sleman kembali menegaskan kelasnya sebagai pemuncak klasemen setelah menaklukkan Persipal FC dengan skor telak 7-0 di Stadion Maguwoharjo. Meskipun pertandingan berlangsung tanpa penonton penuh akibat sanksi PSSI, skuad asuhan Ansyari Lubis menampilkan serangan tanpa henti sejak menit pertama.
Gol pertama datang pada menit ke-13 lewat gol bunuh diri Hanif Fauzan, yang memberi keunggulan awal 1-0. Gustavo Tocantins kemudian mencatatkan hattrick—penalti di menit 35, gol susulan setelah umpan Dominikus Dion, dan sundulan pada menit 60—sementara Federic Injay menambah satu gol lagi sebelum jeda. Pada babak kedua, Meru Kimura mencetak gol bunuh diri untuk Persipal, dan Tocantins menutup skor menjadi 7-0 dengan gol quattrick di menit akhir.
Dengan kemenangan tersebut, PSS Sleman menambah tiga poin menjadi 49 poin, memperlebar jarak aman dari pesaing terdekat. Statistik menyerang tim ini mencatat rata-rata 2,3 gol per pertandingan, sementara pertahanan mereka hanya kebobolan 0,7 gol rata-rata, menjadikan mereka kandidat kuat promosi.
Garudayaksa FC Tersandung di Laga Imbang
Sementara itu, Garudayaksa FC gagal memanfaatkan peluang krusial dalam pertemuan melawan Adhyaksa FC Banten. Pertandingan yang sempat tertunda 45 menit karena hujan lebat berakhir dengan hasil 0-0 di Stadion Pakansari, Bogor.
Pelatih baru Widodo Cahyono Putro (Widodo CP) mengaku kecewa dengan ketajaman timnya di lini serang. Garudayaksa menciptakan sejumlah peluang emas, namun tidak satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Kegagalan ini membuat selisih poin antara Garudayaksa (42 poin) dan pemimpin grup, Persipura (44 poin), tetap dua poin. Jika Garudayaksa berhasil mengurangi selisih tersebut pada pertandingan berikutnya melawan Sumsel United, mereka masih berpeluang menutup jarak menjadi dua poin saja.
Widodo menekankan pentingnya memanfaatkan setiap situasi—baik dari umpan silang, tembakan jarak jauh, maupun tendangan bebas—agar tidak terjebak dalam kebuntuan yang sama di sisa empat laga akhir musim.
Klasemen Terkini dan Statistik Penting
| Posisi | Tim | Poin | Selisih Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | PSS Sleman | 49 | +32 |
| 2 | Persipura | 44 | +24 |
| 3 | Garudayaksa FC | 42 | +18 |
Statistik di atas menegaskan bahwa PSS Sleman berada di puncak klasemen dengan selisih lima poin dari Persipura. Garudayaksa, meski masih berada di zona promosi, harus meningkatkan efisiensi serangannya agar tidak terpuruk lebih jauh.
Persaingan di Lini Lain
Pertandingan lain pada pekan yang sama menampilkan Persiku Kudus berhasil menahan tekanan Kendal Tornado FC. Igor mencetak satu gol pada babak kedua, namun pertahanan ketat Persiku membuat skor bertahan 1-0 hingga akhir laga. Kemenangan ini memungkinkan Persiku menambah tiga poin dan menutup jarak dengan barisan atas.
Secara keseluruhan, pekan ke-23 menunjukkan bahwa setiap poin sangat berharga. Tim-tim yang mampu memanfaatkan peluang, seperti PSS Sleman, memperkuat posisi mereka, sementara tim yang gagal mengkonversi peluang, seperti Garudayaksa, harus segera bangkit.
Dengan hanya empat putaran tersisa, intensitas persaingan diprediksi akan semakin memuncak. Penggemar Liga 2 dapat menantikan laga-laga dramatis yang akan menentukan siapa saja yang akan melangkah ke kasta tertinggi pada akhir musim.











