Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai kunjungan kenegaraan ke Jepang pada Minggu, 29 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral serta memperluas kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital.
Selama berada di Negeri Sakura, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan panggilan kenegaraan (state call) dengan Kaisar Naruhito, serta bertemu langsung dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, di Istana Akasaka, Tokyo. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta delegasi tinggi lainnya.
- Diskusi investasi menitikberatkan pada peningkatan aliran modal Jepang ke sektor infrastruktur, manufaktur, dan teknologi di Indonesia.
- Kerja sama energi mencakup pengembangan energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan hidrogen, serta transfer teknologi dalam bidang kelistrikan.
- Bidang kelautan dan digital menjadi fokus tambahan, dengan rencana kolaborasi dalam riset maritim dan pengembangan ekosistem digital.
Setelah menyelesaikan agenda di Jepang, rombongan Presiden Prabowo akan melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan sebagai bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia di Asia Timur.
Keberangkatan Presiden dari Bandara Halim Perdanakusuma dijaga dengan protokol resmi, melibatkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan memperkuat posisi strategis Indonesia di kawasan, sekaligus membuka peluang investasi baru serta mempercepat transisi energi bersih.











