Keuangan.id – 02 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pada sambutan di Balai Agung, Jakarta Pusat, bahwa kepemimpinannya akan berfokus pada kesinambungan program pembangunan tanpa mengedepankan ego politik. “Jika saya tidak punya ego sama sekali, saya akan melanjutkan apa yang sudah baik dari pemimpin sebelumnya,” ujarnya pada Rabu (1/4/2026) di hadapan sejumlah pejabat dan masyarakat.
Pramono menyoroti pentingnya kontinuitas kebijakan sebagai kunci kemajuan wilayah. Ia menegaskan bahwa agenda pembangunan yang dimulai oleh mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan tidak akan terhenti, melainkan akan diselesaikan dan diperkuat melalui sinergi antar sektor. Menurutnya, ego pribadi sering menjadi penghalang utama bagi kelanjutan proyek-proyek strategis yang sudah berada di jalur implementasi.
Rumah Sakit Sumber Waras: Proyek Kesehatan Bernilai Rp3 Triliun
Proyek paling menonjol yang akan dikejar Pramono adalah pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras. Rumah sakit ini sempat terhenti pada masa kepemimpinan Ahok akibat permasalahan pembiayaan dan izin. Pemerintah Provinsi DKI menargetkan pelaksanaan groundbreaking pada akhir 2026 dengan alokasi anggaran lebih dari tiga triliun rupiah. Fasilitas ini direncanakan menjadi rumah sakit berstandar internasional yang melayani wilayah Jakarta serta sekitarnya, sekaligus menjadi pusat riset kesehatan bagi universitas-universitas lokal.
Jakarta International Stadium: Mengatasi Aksesibilitas dengan Stasiun KRL
Stadion megah yang dibangun pada era Anies, Jakarta International Stadium (JIS), kini menjadi fokus perbaikan infrastruktur transportasi. Pramono mengumumkan rencana pembangunan stasiun kereta rel listrik (KRL) tepat di bawah arena sport tersebut. Stasiun ini diharapkan dapat mengalirkan penumpang dari berbagai arah kota, mengurangi kemacetan dan tekanan pada lahan parkir yang selama ini menjadi keluhan utama pengunjung. Selain itu, JIS akan dihubungkan langsung ke kawasan Ancol melalui jalur khusus, memungkinkan kendaraan pengunjung dipindahkan ke area parkir Ancol yang berjarak hanya 350 meter.
Revitalisasi Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said
Selain proyek berskala besar, pemerintah provinsi juga menindaklanjuti masalah infrastruktur lama yang terbengkalai. Sebanyak 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang selama bertahun‑tahun menjadi simbol proyek tak selesai, kini sedang dibersihkan dan diubah menjadi ruang publik terbuka. Pramono menargetkan penyelesaian pada Juni 2026, tepat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke‑499 Jakarta. Area tersebut akan dinamai “Promono” dan dilengkapi jalur sepeda serta trotoar lebar bagi pejalan kaki, memberikan alternatif rute olahraga di luar kawasan Sudirman‑Thamrin.
Strategi Pembangunan Berkelanjutan
- Menjaga kesinambungan kebijakan tanpa intervensi ego politik.
- Menyelesaikan proyek-proyek kritis seperti RS Sumber Waras dan JIS.
- Memperkuat jaringan transportasi publik melalui stasiun KRL terintegrasi.
- Mengonversi infrastruktur usang menjadi ruang publik ramah lingkungan.
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pemanfaatan fasilitas baru.
Pramono menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan program-program tersebut bergantung pada kerjasama lintas sektor dan dukungan publik. Ia mengajak seluruh elemen Jakarta untuk bersama‑sama mewujudkan kota yang lebih sehat, terhubung, dan berkelanjutan. Dengan menyingkirkan ego pribadi dari proses pengambilan keputusan, gubernur baru ini berharap Jakarta dapat melanjutkan warisan pembangunan yang telah dimulai oleh pendahulunya, sekaligus menyiapkan fondasi kuat untuk generasi mendatang.











