Keuangan.id – 21 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto melempar gagasan besar untuk memperketat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) nasional. Gagasan ini bertujuan untuk meningkatkan kendali pemerintah atas ekspor SDA dan mengurangi risiko kerugian negara. Ekspor SDA nasional saat ini masih belum terkendali dengan baik, sehingga menyebabkan kerugian negara dan merusak lingkungan.
Prabowo berencana untuk menggunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai sarana untuk meningkatkan kendali pemerintah atas ekspor SDA. BUMN diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mengelola ekspor SDA dan mengurangi risiko kerugian negara. Namun, rencana ini juga menyebabkan kekhawatiran di kalangan ekonom dan investor, karena dapat memperburuk kondisi ekonomi dan meningkatkan risiko rente baru.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah akibat kekhawatiran ini. Para ekonom dan investor khawatir bahwa rencana Prabowo dapat memperburuk kondisi ekonomi dan meningkatkan risiko rente baru. Oleh karena itu, mereka menunggu dengan sabar untuk melihat bagaimana rencana ini akan diimplementasikan dan bagaimana dampaknya terhadap ekonomi nasional.











