Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Korea Selatan Usai Jepang, Siap Bangun Kerja Sama Strategis

Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Korea Selatan Usai Jepang, Siap Bangun Kerja Sama Strategis
Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Korea Selatan Usai Jepang, Siap Bangun Kerja Sama Strategis

Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Setelah menyelesaikan rangkaian pertemuan bilateral di Jepang, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Prabowo Subianto melanjutkan agenda luar negeri dengan kunjungan resmi ke Korea Selatan. Lawatan ini menandai langkah strategis Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi, pertahanan, dan geopolitik di kawasan Asia‑Pasifik.

Agenda Utama di Seoul

Di Seoul, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan serta pejabat tinggi kementerian terkait. Diskusi utama mencakup tiga bidang:

  • Kerja sama nikel dan energi bersih: Indonesia menargetkan peningkatan ekspor nikel ke Korea Selatan untuk mendukung produksi baterai kendaraan listrik. Kedua negara sepakat menyiapkan kerangka kerja sama investasi, termasuk pembentukan joint venture pada proyek penambangan dan pengolahan nikel.
  • Keamanan maritim dan pertahanan: Mengingat peningkatan ketegangan di Laut China Selatan, kedua belah pihak membahas latihan bersama serta pertukaran intelijen untuk menjaga kebebasan navigasi.
  • Geopolitik Iran‑AS: Prabowo menyoroti peran Indonesia sebagai mediator dalam dinamika Iran‑AS, mengusulkan dialog multilateral yang melibatkan negara‑negara regional untuk menstabilkan situasi.

Selain pertemuan tingkat menteri, delegasi Indonesia juga mengunjungi perusahaan teknologi tinggi di Seoul, menilai peluang transfer teknologi bagi industri dalam negeri.

Persiapan KTT ASEAN di Filipina

Lawatan ke Korea Selatan juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan Prabowo menjelang KTT ASEAN yang akan dilaksanakan di Filipina pada bulan September. Dalam pertemuan dengan tim diplomatik Korea, Prabowo menegaskan pentingnya sinergi ASEAN‑Korea dalam mendukung agenda KTT, khususnya terkait keamanan maritim dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Di Filipina, Prabowo diperkirakan akan mengusulkan pembentukan forum kerja sama nikel ASEAN‑Korea, guna memperluas pasar ekspor Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada satu negara pembeli. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi platform bagi negara‑negara anggota ASEAN untuk berkoordinasi dalam rantai pasok baterai listrik, sekaligus menegaskan komitmen bersama terhadap transisi energi hijau.

Reaksi Dalam Negeri

Pengamat politik menilai kunjungan ini mencerminkan kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih proaktif dalam mengamankan sumber daya strategis. Menurut beberapa analis, langkah Prabowo memperkuat aliansi dengan Korea Selatan dapat menambah leverage Indonesia dalam negosiasi dengan negara‑negara besar, termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok.

Di sisi lain, kelompok masyarakat sipil menyoroti pentingnya transparansi dalam perjanjian nikel, mengingat isu-isu lingkungan dan hak masyarakat adat di daerah penambangan. Pemerintah menjanjikan bahwa setiap kesepakatan akan melalui proses evaluasi dampak lingkungan yang ketat.

Secara keseluruhan, lawatan Prabowo ke Korea Selatan menegaskan agenda luar negeri Indonesia yang berfokus pada diversifikasi mitra ekonomi, peningkatan keamanan regional, serta peran aktif dalam dinamika geopolitik global. Dengan agenda yang terintegrasi, diharapkan Indonesia dapat memaksimalkan manfaat dari kerja sama bilateral sekaligus memperkuat posisi tawar dalam forum multilateral seperti KTT ASEAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *