Keuangan.id – 07 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses rumah layak melalui program Bedah Rumah Rakyat yang ditargetkan mencapai 400.000 unit pada tahun 2026. Program ini akan dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa langkah strategis kini sedang dipersiapkan bersama Kementerian Keuangan, Sekretariat Negara, dan Sekretariat Kabinet. Fokus utama adalah mempercepat renovasi rumah serta memanfaatkan lahan negara, khususnya di kawasan strategis perkotaan.
- Target: 400.000 unit rumah yang direnovasi pada 2026.
- Ruang lingkup: Seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
- Sumber lahan: Lahan milik BUMN, termasuk PT Kereta Api Indonesia.
- Sinergi: Kementerian terkait, Badan Pertanahan Nasional, dan perusahaan swasta seperti Danantara.
Presiden juga meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang serta Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, mempercepat penyediaan lahan yang diperlukan. Pendanaan dan pelaksanaan pembangunan akan didukung oleh pihak swasta, contoh kerjasama dengan Danantara untuk pembiayaan dan konstruksi.
Proyek percontohan telah dimulai di beberapa kota. Di Jakarta Pusat, kawasan Senen diproyeksikan menghasilkan sekitar 300 unit rumah yang direncanakan selesai pada pertengahan Juni 2026. Sementara PT Kereta Api Indonesia menyiapkan tambahan 500 unit rumah yang akan segera diproses.
Selain renovasi, pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara untuk pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun, dengan tujuan menurunkan beban biaya perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
Program ini tidak hanya ditujukan pada penyediaan fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi tingkat kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi melalui sektor konstruksi.











