Keuangan.id – 08 April 2026 | Pertumbuhan kredit modal kerja perbankan pada bulan Februari 2026 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan perlambatan ekspansi usaha di tengah ketidakpastian ekonomi.
| Bulan | Penyaluran Kredit (Triliun Rp) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Januari 2026 | 13,1 | +2,1% |
| Februari 2026 | 12,4 | -8,7% |
Beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan ini antara lain:
- Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang menekan biaya pinjaman.
- Kelemahan permintaan domestik akibat inflasi tinggi.
- Pengetatan kebijakan kredit oleh bank untuk mengurangi risiko non‑performing loan (NPL).
Bank-bank merespons perlambatan ini dengan mengubah strategi pemberian kredit. Langkah‑langkah yang umum diambil meliputi:
- Mengoptimalkan digitalisasi proses kredit untuk menurunkan biaya administrasi.
- Memperketat kriteria kelayakan, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki rasio leverage tinggi.
- Menggandeng lembaga keuangan non‑bank untuk menyalurkan pinjaman berbasis fintech.
- Menawarkan produk kredit fleksibel dengan tenor lebih pendek dan bunga variabel yang disesuaikan dengan profil risiko.
Meskipun pertumbuhan kredit modal kerja melambat, prospek jangka menengah masih dipengaruhi oleh kebijakan stimulus fiskal dan upaya pemerintah memperkuat ekosistem UMKM. Pengamat ekonomi menilai bahwa bila inflasi dapat dikendalikan dan suku bunga stabil, kredit modal kerja berpotensi kembali meningkat pada kuartal berikutnya.
Secara keseluruhan, perlambatan ini menjadi sinyal bahwa bank lebih berhati‑hati dalam menyalurkan kredit, sekaligus menuntut adaptasi model bisnis yang lebih efisien dan berbasis teknologi.











