Keuangan.id – 03 April 2026 | Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) baru senilai Rp194,2 miliar hingga Maret 2026, menandai peningkatan signifikan dalam dukungan pembiayaan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di provinsi.
Angka tersebut mencerminkan upaya BPD DIY dalam memperluas akses kredit dengan syarat yang lebih ringan, bunga kompetitif, dan tenor yang fleksibel. Berikut beberapa poin penting terkait pencapaian ini:
- Total penyaluran KUR baru mencapai Rp194,2 miliar pada awal tahun 2026.
- Target penyaluran hingga akhir 2026 diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp250 miliar.
- Mayoritas penerima kredit berasal dari sektor perdagangan, industri ringan, dan jasa.
- Rata‑rata nilai kredit per UKM berada pada kisaran Rp150 juta – Rp200 juta.
Berikut rangkuman data penyaluran KUR BPD DIY baru:
| Periode | Penyaluran (Rp Miliar) |
|---|---|
| Januari – Maret 2026 | 194,2 |
| Target 2026 (estimasi) | 250 |
Dengan pencapaian tersebut, BPD DIY berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing UKM di tengah tantangan inflasi dan biaya produksi yang terus naik.
Pemerintah Daerah DIY juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara lembaga keuangan dan program bantuan pemerintah, sehingga KUR dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, khususnya yang berada di wilayah terpencil.
Ke depan, BPD DIY berencana memperluas jaringan cabang, meningkatkan kapasitas digital banking, dan menyesuaikan produk KUR dengan kebutuhan sektor‑sektor strategis, seperti agribisnis, pariwisata, dan teknologi.











