Keuangan.id – 04 April 2026 | Pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada awal tahun 2026 mencapai Rp 308,41 triliun, meningkat signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya. Peningkatan ini diharapkan dapat membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Meski target ambisius tersebut telah ditetapkan, realisasi penyaluran KUR pada kuartal pertama 2026 masih berada di bawah harapan. Data internal bank–bank penyalur menunjukkan bahwa hanya sekitar 60% dari target yang berhasil dicapai, menandakan adanya tantangan dalam mengoptimalkan alur pembiayaan.
Berbagai faktor menjadi penyebab perlambatan ini, antara lain proses verifikasi dokumen yang masih panjang, keterbatasan kemampuan digitalisasi pada sebagian pelaku UMKM, serta persyaratan agunan yang masih dianggap ketat oleh sebagian bank. Untuk mengatasi hal tersebut, bank-bank besar telah merumuskan sejumlah strategi:
- Digitalisasi proses aplikasi: Memperkenalkan platform online yang memungkinkan UMKM mengunggah dokumen secara real time, mempercepat evaluasi kredit.
- Penyesuaian agunan: Mengadopsi model penjaminan berbasis cash flow dan reputasi bisnis, bukan semata-mata aset fisik.
- Peningkatan pelatihan: Menyelenggarakan program edukasi bagi UMKM tentang persyaratan KUR dan cara mengoptimalkan proposal bisnis.
- Kolaborasi dengan fintech: Menggunakan data alternatif yang disediakan fintech untuk menilai kelayakan kredit secara lebih akurat.
Bank juga menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas kredit meskipun target penyaluran naik. Rasio kredit macet (NPL) tetap dijaga di bawah 2%, sejalan dengan kebijakan prudensial Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berikut rangkuman perbandingan target dan realisasi penyaluran KUR:
| Tahun | Target Penyaluran (Triliun Rp) | Realisasi Kuartal I (Triliun Rp) | Persentase Realisasi |
|---|---|---|---|
| 2025 | 280,00 | 210,00 | 75% |
| 2026 | 308,41 | 185,00 | 60% |
Dengan upaya digitalisasi dan penyesuaian kebijakan agunan, diharapkan penyaluran KUR 2026 dapat melesat pada kuartal berikutnya. Pemerintah bersama lembaga keuangan terus memantau perkembangan ini, memastikan bahwa pembiayaan tetap mengalir ke sektor UMKM tanpa mengorbankan kesehatan portofolio kredit.
