Keuangan.id – 19 Mei 2026 | Pemerintah dan investor di kawasan Asia Tenggara diprediksi akan membutuhkan dana hingga USD200 miliar untuk memenuhi lonjakan kebutuhan listrik dari kawasan industri hijau, pusat data, hingga fasilitas pengisian energi kendaraan listrik.
Lonjakan kebutuhan listrik ini diproyeksikan akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan, terutama karena pertumbuhan industri hijau dan pusat data yang pesat di kawasan ini.
Di sisi lain, beberapa kekhawatiran juga muncul terkait dengan biaya yang diperlukan untuk membangun infrastruktur listrik yang memadai.
Bagaimanapun juga, investasi dalam infrastruktur listrik akan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara.











