Keuangan.id – 14 April 2026 | Pasar kendaraan plug‑in hybrid (PHEV) di Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Februari 2026, menandai perubahan dinamis dalam preferensi konsumen yang semakin mengutamakan efisiensi bahan bakar dan emisi rendah. Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan penjualan mobil secara keseluruhan, namun menonjolkan pergeseran tren menuju teknologi kendaraan energi baru (NEV). Di tengah persaingan sengit antara merek‑merek tradisional, produsen asal Tiongkok, Chery, berhasil menempati posisi teratas sebagai penjual PHEV terbanyak pada bulan itu.
Data Penjualan Februari 2026
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesale (pabrik ke dealer) pada Februari 2026 mencapai 81.250 unit, naik dibandingkan Januari. Penjualan retail (dealer ke konsumen) tercatat 78.239 unit, menunjukkan peningkatan sekitar 12 % secara kumulatif pada tiga bulan pertama tahun ini. Meskipun angka keseluruhan masih berada di bawah puncak tahun-tahun sebelumnya, segmen PHEV mencatat pertumbuhan paling kuat, didorong oleh kebijakan insentif pemerintah dan ketersediaan model baru yang lebih terjangkau.
Chery Menjadi Pemain Utama
Chery, produsen otomotif asal China, berhasil mengukir rekor penjualan global pada Maret 2026 dengan 240.678 unit terjual, naik 12,1 % YoY. Di pasar domestik Indonesia, keberhasilan yang sama terlihat pada Februari 2026 ketika Chery menjual lebih dari 6.000 unit PHEV, menjadikannya merek dengan volume penjualan tertinggi di segmen tersebut. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi peluncuran model PHEV berteknologi tinggi yang menyeimbangkan performa, harga, dan efisiensi bahan bakar, serta jaringan dealer yang agresif di kota‑kota besar.
Persaingan dengan Merek Tradisional
Walaupun Toyota tetap memegang kendali pasar secara keseluruhan dengan penjualan wholesale 17.984 unit dan retail 19.538 unit pada Maret 2026, performa PHEV Toyota masih berada di bawah Chery. Model hybrid Toyota, seperti Kijang Innova Zenix G‑HEV, tetap kuat di segmen MPV, namun tidak dapat menandingi lonjakan penjualan PHEV Chery yang lebih fokus pada inovasi baterai dan sistem elektrifikasi. Daihatsu, Mitsubishi, serta merek lokal lainnya juga menunjukkan penurunan penjualan pada Maret, menegaskan bahwa pertumbuhan PHEV masih didominasi oleh pemain yang berani berinvestasi pada teknologi baru.
Proyeksi Pasar PHEV di Indonesia
Di sisi lain, studi terbaru tentang pasar kendaraan listrik di China memperkirakan bahwa pada 2040, kendaraan listrik murni (BEV) akan menguasai lebih dari 90 % pangsa pasar, sementara rasio BEV : PHEV akan mencapai 9 : 1. Prediksi ini mengindikasikan bahwa permintaan PHEV secara global dapat mengalami penurunan dalam jangka panjang. Namun, Indonesia diperkirakan berada pada fase transisi yang berbeda karena dukungan kebijakan pemerintah, seperti pengurangan pajak penjualan dan subsidi listrik untuk rumah tangga, yang masih memberi ruang bagi PHEV untuk tumbuh setidaknya hingga 2028.
Faktor lain yang memperkuat posisi Chery adalah komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, termasuk partisipasi dalam program Earth Hour dan inisiatif transisi rendah karbon di seluruh rantai nilai produksi. Langkah ini tidak hanya meningkatkan citra merek di mata konsumen yang sadar lingkungan, tetapi juga memperkuat kepercayaan dealer dalam menjual model PHEV yang dipandang lebih “hijau”.
Secara keseluruhan, kenaikan penjualan PHEV pada Februari 2026 menandai titik balik penting bagi industri otomotif Indonesia. Chery berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan strategi produk yang tepat dan jaringan distribusi yang luas, sementara merek‑merek lama seperti Toyota masih berfokus pada segmen hybrid dan konvensional. Kedepannya, dinamika antara BEV dan PHEV akan terus dipengaruhi oleh kebijakan energi nasional, perkembangan teknologi baterai, dan selera konsumen yang semakin mengutamakan ramah lingkungan.
Dengan tren pertumbuhan yang masih positif, para pengamat memperkirakan pasar PHEV Indonesia dapat mencapai penjualan tahunan lebih dari 100.000 unit pada akhir 2026, asalkan dukungan pemerintah dan infrastruktur pengisian daya terus ditingkatkan. Namun, tantangan persaingan dengan BEV yang semakin kompetitif tetap menjadi faktor kunci yang harus dihadapi oleh semua produsen, termasuk Chery.











