Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Platform investasi digital Ajaib baru saja melampaui angka 7 juta pengguna aktif, menandai tonggak penting dalam upaya memperluas partisipasi masyarakat pada pasar modal Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa mayoritas investor yang mendaftar adalah individu berusia produktif, yaitu generasi milenial dan Gen Z yang sedang berada dalam fase pembangunan karir dan keuangan.
Sebagian besar dari mereka merupakan investor pemula yang menjadikan Ajaib sebagai aplikasi investasi pertama mereka. Dengan antarmuka yang mudah dipahami, proses pembukaan akun yang cepat, serta edukasi investasi yang terintegrasi, Ajaib berhasil menarik perhatian mereka yang ingin memulai menanamkan dana di saham, reksa dana, dan instrumen pasar modal lainnya.
Berikut beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan pengguna Ajaib:
- Antarmuka ramah pengguna – Desain yang sederhana meminimalkan hambatan teknis bagi pemula.
- Biaya transaksi rendah – Tarif yang kompetitif dibandingkan broker konvensional.
- Edukasi berkelanjutan – Artikel, video, dan webinar yang membantu meningkatkan literasi keuangan.
- Integrasi dengan rekening bank – Transfer dana yang cepat dan aman.
Lonjakan investor muda ini juga mencerminkan perubahan perilaku keuangan di Indonesia. Generasi produktif cenderung lebih menyadari pentingnya menyiapkan dana pensiun, membangun aset, dan mengoptimalkan tabungan melalui instrumen yang memberi potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan tabungan konvensional.
Implikasi bagi pasar modal nasional antara lain:
- Peningkatan likuiditas saham dan reksa dana karena aliran dana baru yang signifikan.
- Perluasan basis investor ritel yang dapat menstimulasi inovasi produk keuangan.
- Penguatan ekosistem fintech dengan persaingan yang mendorong layanan lebih baik dan biaya lebih terjangkau.
Ke depan, Ajaib berencana memperluas fitur-fitur investasi, termasuk penambahan instrumen obligasi dan produk keuangan berbasis ESG. Dengan basis pengguna yang terus bertambah, platform ini diharapkan menjadi salah satu pendorong utama inklusi keuangan di Indonesia.











