Keuangan.id – 11 April 2026 | Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada portofolio pembiayaannya selama bulan Februari 2026. Nilai pembiayaan naik sebesar 14,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp323 triliun.
Pendorong utama pertumbuhan ini berasal dari dua segmen utama, yaitu konsumer dan ritel. Kedua segmen tersebut mengalami peningkatan permintaan kredit yang konsisten, seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat dan tren belanja online yang terus menguat.
Faktor-faktor kunci pertumbuhan
- Segmen Konsumer: Kredit konsumsi pribadi, pembiayaan kendaraan, dan pembiayaan rumah mengalami kenaikan tajam, dipicu oleh program pemerintah yang mendukung kepemilikan aset bagi kelas menengah.
- Segmen Ritel: Pembiayaan untuk usaha kecil menengah (UKM) di sektor ritel, termasuk toko kelontong dan warung, menunjukkan pertumbuhan yang stabil berkat kemudahan prosedur dan produk pembiayaan berbasis syariah.
- Bisnis Emas: Produk pembiayaan berbasis emas menjadi alternatif investasi yang menarik bagi nasabah, menambah volume pembiayaan secara keseluruhan.
- UKM dan UMKM: Dukungan khusus bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui skema pembiayaan fleksibel turut berkontribusi pada total angka pembiayaan.
Data Ringkas Pembiayaan Februari 2026
| Segmen | Pembiayaan (Rp Triliun) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Konsumer | 120 | +16,5% |
| Ritel | 95 | +13,2% |
| Emas | 55 | +12,8% |
| UKM/UMKM | 53 | +15,0% |
Dengan pencapaian ini, BSI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat basis pembiayaan yang berlandaskan prinsip syariah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor konsumer dan ritel yang dinamis.











