Keuangan.id – 02 April 2026 | Di tengah lonjakan volatilitas pasar kripto di Indonesia, Crypto Asset Clearing International (CACI) berkomitmen menjaga likuiditas serta stabilitas transaksi melalui penguatan sistem kliring dan tata kelola yang terintegrasi.
CEO CACI, Andi Nirwoto, menekankan bahwa disiplin proses dan validasi data menjadi kunci utama. “Kami berpedoman pada data kelola yang telah ditetapkan. Proses pencocokan data fiat, aset, dan trading dilakukan secara berlapis,” ujarnya pada konferensi pers di Jakarta, 2 April 2026.
- Likuiditas dipertahankan dengan mekanisme rebalancing yang menyesuaikan dana dan aset ketika volume transaksi meningkat.
- Setiap transaksi diselesaikan sesuai hak investor dengan dukungan tiga pilar utama: sistem teknologi, sumber daya manusia yang terlatih, dan tata kelola yang transparan.
- Fungsi kliring CACI menjadi tulang punggung kepercayaan pasar, memastikan semua perdagangan didukung oleh dana dan aset yang valid.
Dengan pendekatan rebalancing, CACI dapat menghindari ketidaksesuaian antara dana yang tersedia dan permintaan aset, sehingga proses settlement tetap berjalan lancar meski pasar berada dalam tekanan. Hal ini sangat penting bagi investor ritel yang bertransaksi melalui platform anggota Pedagang Kripto Aset Digital.
Selain itu, CACI menjamin keamanan transaksi dengan mengintegrasikan sistem monitoring real‑time, tim audit internal, serta prosedur verifikasi yang ketat. Kombinasi ketiga elemen tersebut memastikan bahwa setiap order diproses sesuai dengan hak investor dan tidak terjadi penyimpangan.
Peningkatan jumlah investor dan frekuensi perdagangan menuntut peran kliring yang lebih kuat. CACI berkomitmen terus memperkuat infrastruktur teknologi dan meningkatkan kompetensi tim agar pasar kripto Indonesia tetap dapat dipercaya dan berkembang secara berkelanjutan.











