Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kembali menemani Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan resmi ke Jepang pada Minggu pekan ini. Kunjungan ini menitikberatkan pada penguatan kerja sama bilateral di bidang energi, termasuk energi terbarukan, gas cair cair (LNG), serta teknologi hidrogen.
Dalam agenda resmi, Prabowo dan Bahlil bertemu dengan pejabat tinggi pemerintah Jepang, termasuk Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri. Diskusi difokuskan pada upaya meningkatkan pasokan energi bersih, memperluas jaringan infrastruktur LNG, serta menjajaki peluang investasi bersama dalam proyek-proyek energi hijau.
Beberapa poin penting yang disepakati meliputi:
- Pengembangan proyek energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan angin, yang melibatkan perusahaan Indonesia dan Jepang.
- Kerja sama dalam pembangunan fasilitas LNG di wilayah Indonesia timur untuk memastikan keamanan pasokan energi nasional.
- Riset bersama pada teknologi hidrogen sebagai sumber energi masa depan, dengan target demonstrasi pilot pada akhir 2027.
Selain pertemuan bilateral, delegasi Indonesia juga mengunjungi pabrik-pabrik teknologi energi tinggi di Jepang, termasuk fasilitas produksi sel bahan bakar dan pabrik komponen turbin angin. Kunjungan lapangan ini dimaksudkan untuk memperdalam pemahaman teknis dan membuka peluang transfer teknologi ke Indonesia.
Bahlil menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mempercepat transisi menuju ekonomi hijau. Ia menambahkan, “Kerjasama dengan Jepang tidak hanya sekadar investasi, melainkan juga transfer pengetahuan dan inovasi yang dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia.”
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan energi bersih sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Ia berharap kunjungan ini dapat menghasilkan kesepakatan konkret yang mendukung target net zero Indonesia pada tahun 2060.











