Keuangan.id – 02 April 2026 | MSIN berhasil menembus level Average Reference Price (ARA) pada harga 835, memicu antrean order beli yang signifikan. Pada momen tersebut, pelaku pasar yang tergolong kolektor mendominasi transaksi, mengakumulasi hampir seluruh likuiditas yang tersedia.
Data yang diterbitkan oleh broker menunjukkan bahwa distribusi saham mulai terlihat setelah lonjakan tersebut. Hal ini menandakan adanya pergeseran dari fase konsentrasi kepemilikan kolektor ke fase penawaran kembali ke pasar.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Harga penembusan ARA | 835 |
| Jumlah order menumpuk | Ribuan |
| Dominasi | Kolektor |
Investor ritel yang belum memiliki saham MSIN perlu menilai risiko likuiditas, mengingat keberadaan kolektor yang masih menahan sebagian besar saham. Namun, munculnya distribusi dapat membuka peluang bagi pembelian selanjutnya, asalkan volume penawaran cukup untuk menurunkan tekanan pada harga.
Secara umum, situasi ini menyoroti pentingnya memantau level ARA sebagai indikator teknis dan memperhatikan pola perilaku kolektor dalam menentukan langkah selanjutnya.











