Keuangan.id – 24 April 2026 | ADRO (PT Adaro Energy Tbk) kembali menarik perhatian investor setelah harga sahamnya berhasil menahan tekanan menjelang tanggal cum dividend. Perusahaan mengumumkan pembagian dividen spesial yang disebut sebagai dividen jumbo, membuat para pemegang saham menantikan potensi pengembalian yang signifikan.
Detail dividen dan tanggal cum
Dividen yang dijanjikan mencapai Rp 1.200 per saham dengan cum date pada 15 Juni 2026. Hal ini berarti pemegang saham yang tercatat pada tanggal tersebut akan menerima pembayaran pada akhir Juli.
Analisis teknikal
Grafik harian menunjukkan harga ADRO berada di zona support kuat sekitar Rp 1.300. Bollinger Bands memperlihatkan tekanan penurunan, namun indikator RSI berada di level 45, mengindikasikan belum ada kondisi over‑sold. Moving Average 20‑hari berada di atas MA 50‑hari, menandakan tren jangka pendek masih bullish.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Support utama | Rp 1.300 |
| Resistance pertama | Rp 1.380 |
| RSI | 45 |
| MA 20 | Rp 1,350 |
Jika harga menembus resistance di sekitar Rp 1.380, potensi kenaikan menuju level psikologis Rp 1.500 dapat terwujud. Sebaliknya, penembusan ke bawah support dapat menguji level Rp 1.250.
Potensi yield dividen
Dengan harga saham saat ini berada di kisaran Rp 1.350, perkiraan yield dividen tahunan mencapai 8,9 %. Yield ini lebih tinggi dibandingkan rata‑rata sektor energi Indonesia yang berada di sekitar 6 %.
Kesimpulannya, ADRO menawarkan peluang beli pada penurunan harga menjelang dividen besar. Investor yang mengutamakan pendapatan dapat mempertimbangkan menambah posisi, sementara trader harus memperhatikan level support dan resistance untuk mengelola risiko.











