Motor Listrik MBG Rp 56,8 Juta: Lebih Mahal dari Honda CRF150, Yamaha WR155R, dan Biaya Huntara

Motor Listrik MBG Rp 56,8 Juta: Lebih Mahal dari Honda CRF150, Yamaha WR155R, dan Biaya Huntara
Motor Listrik MBG Rp 56,8 Juta: Lebih Mahal dari Honda CRF150, Yamaha WR155R, dan Biaya Huntara

Keuangan.id – 09 April 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sekitar 25.000 unit sepeda motor listrik untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025. Kendaraan yang dimaksud adalah motor listrik tipe Emmo JVX GT, dipasok oleh PT Yasa Artha Trimanunggal, sebuah perusahaan logistik yang baru merambah bisnis kendaraan listrik.

Motor ini dilaporkan memiliki tenaga listrik sebesar 7.000 watt, memungkinkan kecepatan maksimum sekitar 85 km per jam dan jarak tempuh hingga 70 km per pengisian penuh. Baterai berkapasitas 72 V 31 Ah dapat diisi cepat dari 30 % ke 80 % dalam satu jam. Dimensi motor adalah 2.080 mm (panjang) × 810 mm (lebar) × 1.150 mm (tinggi) dengan ban 19 inci di depan dan 18 inci di belakang.

Harga yang Kontroversial

Data Sistem Pengadaan Nasional Inaproc mencatat satu unit motor listrik tersebut seharga Rp 49,95 juta termasuk PPN. Namun, situs resmi Emmo mematok harga Rp 56,8 juta. Harga ini menempatkan motor MBG jauh di atas motor berbahan bakar bensin sekelas Honda CRF150 dan Yamaha WR155R, yang biasanya dibanderol antara Rp 30 juta hingga Rp 35 juta untuk tipe standar.

Lebih mengejutkan lagi, biaya satu unit hunian sementara (huntara) yang dibangun untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hanya Rp 30 juta. Dengan demikian, satu motor listrik MBG hampir dua kali lipat lebih mahal daripada rumah modular yang dirancang untuk menampung keluarga korban bencana.

Tujuan Pengadaan Motor Listrik

Motor listrik ini ditujukan untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas melakukan peninjauan wilayah. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa motor belum resmi diserahkan karena masih dalam proses administrasi sebagai barang milik negara (BMN). Kendaraan berwarna biru muda ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas kepala SPPG di daerah dengan medan beragam, termasuk jalan tidak rata dan area off‑road.

  • Tenaga: 7 kW (≈9,5 hp)
  • Kecepatan maksimum: 80‑85 km/jam
  • Jarak tempuh: 70 km per charge
  • Pengisian cepat: 30 %‑80 % dalam 1 jam
  • Dimensi: 2.080 mm × 810 mm × 1.150 mm
  • Ban: 19 inci depan, 18 inci belakang

Perbandingan dengan Motor Konvensional

Honda CRF150 dan Yamaha WR155R, dua motor sport trail berbahan bakar bensin, menawarkan harga jauh lebih terjangkau dengan performa yang serupa dalam hal kecepatan dan kemampuan off‑road. Kedua motor ini tidak memerlukan infrastruktur pengisian listrik khusus, sehingga total biaya kepemilikan (termasuk bahan bakar) tetap lebih rendah dibandingkan motor listrik MBG yang memerlukan stasiun pengisian cepat.

Di sisi lain, motor listrik menawarkan keunggulan ramah lingkungan, emisi nol, dan biaya operasional jangka panjang yang lebih kecil. Namun, perbedaan harga awal yang signifikan menimbulkan pertanyaan tentang prioritas anggaran pemerintah, terutama ketika dana untuk pembangunan hunian darurat berada di bawah setengahnya.

Reaksi Publik dan Pemerintah

Video motor listrik berlogo MBG yang beredar di media sosial memicu perdebatan publik. Beberapa pihak menilai bahwa alokasi dana untuk motor operasional harus dipertimbangkan kembali mengingat kebutuhan mendesak untuk infrastruktur penanggulangan bencana. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menekankan pentingnya menyediakan rumah tipe 36 yang dapat dibangun dalam waktu singkat, dengan biaya Rp 30 juta per unit.

Pemerintah menegaskan bahwa motor listrik akan menjadi aset strategis bagi BGN dalam meningkatkan efisiensi penyaluran program gizi, namun proses pengadaan masih harus melewati verifikasi anggaran dan regulasi BMN.

Secara keseluruhan, motor listrik MBG menjadi contoh dilema kebijakan antara inovasi teknologi ramah lingkungan dan optimalisasi penggunaan anggaran publik. Keputusan akhir mengenai distribusi motor ini akan mencerminkan prioritas pemerintah dalam menyeimbangkan antara kebutuhan sosial, penanggulangan bencana, dan transisi energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *