Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Baru-baru ini, program sertifikasi lingkungan PROPER Hijau yang diberikan kepada Kawasan Industri Jababeka (KIJA) kembali menjadi sorotan publik. Meskipun KIJA mengklaim pencapaian standar hijau, data terbaru mengungkapkan peningkatan signifikan dalam emisi gas rumah kaca dan konsumsi energi.
Data Emisi dan Konsumsi Energi
| Tahun | Emisi CO2 (ton) | Konsumsi Listrik (GWh) |
|---|---|---|
| 2021 | 1.200 | 950 |
| 2022 | 1.540 | 1.180 |
| 2023 | 1.850 | 1.510 |
Lonjakan ini menimbulkan pertanyaan tentang keabsahan label “Hijau” yang diberikan. Beberapa pihak menilai bahwa upacara peresmian dan publikasi sertifikasi lebih bersifat simbolik daripada berbasis data yang transparan.
Reaksi Pemangku Kepentingan
- Kelompok LSM lingkungan menilai bahwa audit independen perlu dilakukan untuk memverifikasi klaim keberlanjutan.
- Pengusaha industri mengingatkan bahwa tekanan regulasi mengharuskan mereka mengurangi intensitas emisi, namun tantangan operasional masih besar.
- Pemerintah daerah menegaskan komitmen pada agenda hijau, namun belum ada kebijakan konkret untuk menindak data yang tidak konsisten.
Dengan sorotan publik yang semakin kuat, masa depan PROPER Hijau KIJA kini berada di persimpangan antara simbolikitas upacara dan kebutuhan akan tindakan nyata dalam mengurangi jejak lingkungan.









