Keuangan.id – 08 April 2026 | Harga minyak dunia mengalami volatilitas tinggi menyusul ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik geopolitik ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak secara global, memicu lonjakan tajam pada harga spot dan futures.
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga meliputi:
- Ancaman serangan terhadap jalur transportasi minyak di Teluk Persia.
- Sanktion ekonomi yang diberlakukan oleh AS terhadap entitas Iran.
- Ketidakpastian permintaan akibat perlambatan ekonomi di beberapa negara maju.
Berikut ini ringkasan perubahan harga Brent dan WTI dalam seminggu terakhir:
| Hari | Brent (USD/barrel) | WTI (USD/barrel) |
|---|---|---|
| Senin | 85,20 | 80,45 |
| Rabu | 88,75 | 83,10 |
| Jumat | 91,30 | 86,00 |
Lonjakan harga ini berdampak langsung pada biaya produksi dan transportasi, serta meningkatkan beban biaya bagi konsumen akhir. Perusahaan energi dan negara‑negara pengimpor berusaha mengamankan pasokan melalui kontrak jangka pendek dan diversifikasi sumber.
Para analis memperkirakan bahwa jika ketegangan tidak mereda, pasar minyak dapat terus berfluktuasi dengan volatilitas di atas 5 % per hari. Pemerintah dan regulator diharapkan menyiapkan kebijakan penyangga, termasuk cadangan strategis minyak, untuk mengurangi dampak guncangan pasokan.











