Grand Final Proliga 2026: Dominasi Putri dan Putra dalam Satu Malam
Keuangan.id – 27 April 2026 | Sabtu (25/4/2026) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Grand Final Proliga 2026 menjadi panggung pertarungan dua divisi sekaligus. Pada laga perdana, tim Jakarta Pertamina Enduro (JPE) mengamankan kemenangan telak atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan agregat 2-0, sementara pada final putra, Jakarta LavAni Livin’ Transmedia menegaskan keunggulannya melawan Jakarta Bhayangkara Presisi melalui dua leg pertandingan. Kedua hasil ini menegaskan bahwa kompetisi voli Indonesia semakin kompetitif dan menampilkan bintang‑bintang baru serta veteran berkelas dunia.
Putri: Megawati dan Rekan Merebut Gelar Juara
JPE memulai leg pertama dengan mengendalikan tempo sejak set pertama. Meskipun Phonska sempat menekan pada set kedua, Megawati Hangestri Pertiwi bersama rekan‑rekannya Irina Voronkova dan Wilma Salas Alishanova berhasil menutup pertandingan dengan skor 3‑0 (25‑19, 25‑23, 25‑20). Kemenangan ini tidak hanya memberi gelar pertama bagi JPE sejak berdiri pada 2012, tetapi juga menambah koleksi keempat gelar juara Proliga putri bagi klub tersebut.
Penampilan Megawati begitu mengesankan sehingga ia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) kategori putri. Selain itu, beberapa penghargaan individu lainnya juga diraih oleh pemain JPE, antara lain Best Outside Hitter untuk Irina Voronkova dan Wilma Salas, serta Best Opposite Hitter untuk Megawati sendiri. Dari tim lawan, Phonska menghasilkan Best Setter Arneta Putri Amelian, Best Middle Blocker Geofanny Eka Cahyaningtyas, dan Best Libero Yulis Indahyani.
Putra: LavAni Menutup Bhayangkara dengan Tekad Kuat
Di divisi putra, LavAni memanfaatkan keunggulan mental dan taktik yang telah dipersiapkan sejak fase reguler. Leg pertama berakhir dengan kemenangan 3‑1 (25‑22, 25‑20, 18‑25, 25‑22) atas Bhayangkara. Leg kedua berlanjut dengan pola serupa; LavAni mengamankan set pertama dan kedua, sementara Bhayangkara berhasil menyeimbangkan skor di set ketiga. Namun, LavAni kembali mengunci set keempat dengan 25‑22, menyegel skor akhir 3‑1 dan menambah gelar ketiga mereka di Proliga putra.
Keberhasilan LavAni tidak lepas dari peran pelatih David Lee yang berhasil mengatur rotasi pemain dan memaksimalkan serangan cepat. Tim ini menampilkan konsistensi yang belum pernah kalah sejak babak reguler, menegaskan status mereka sebagai tim dominan di kancah voli nasional.
Kontroversi Format Grand Final
Setelah kedua divisi selesai, sorotan beralih kepada format kompetisi yang dianggap aneh oleh pelatih JPE, Bulent Karslioglu, dan Megawati sendiri. Kedua tokoh menilai penggunaan best‑of‑three setelah babak reguler dan final four sebagai “buang‑buang napas”. Karslioglu membandingkan dengan liga voli Turki yang hanya menggunakan best‑of‑five tanpa final four, sementara Megawati menambahkan bahwa best‑of‑five lebih umum di Korea Selatan, tempat ia pernah berkarier.
Meski terdapat kritik, format baru ini memberikan kesempatan bagi tim‑tim yang berhasil lolos final four untuk kembali menguji diri dalam kondisi tekanan tinggi, yang pada akhirnya menghasilkan pertandingan-pertandingan mendebarkan seperti yang disaksikan di Yogyakarta.
Daftar Penghargaan Individu
- Most Valuable Player (Putri): Megawati Hangestri Pertiwi
- Most Valuable Player (Putra): Boy Arnes Arabi
- Best Coach (Putri): Bulent Karslioglu
- Best Coach (Putra): David Lee
- Best Outside Hitter: Irina Voronkova & Wilma Salas (Putri)
- Best Opposite Hitter: Megawati Hangestri (Putri)
- Best Setter: Arneta Putri Amelian (Putri)
- Best Middle Blocker: Shindy Sasgia Dwi Yunia (Putri), Geofanny Eka Cahyaningtyas (Putri)
- Best Libero: Yulis Indahyani (Putri)
Dengan rangkaian kemenangan dan penghargaan tersebut, Grand Final Proliga 2026 mencatatkan momen penting dalam sejarah voli Indonesia, menandai era baru bagi para pemain muda dan menegaskan kembali kualitas kompetisi domestik.
Ke depan, para pengamat memperkirakan format final akan terus dievaluasi demi meningkatkan kualitas dan kepuasan penonton, sementara tim‑tim papan atas sudah mulai merencanakan strategi untuk mempertahankan atau merebut kembali gelar pada musim berikutnya.











