Keuangan.id – 14 April 2026 | Jakarta – Tekanan finansial yang dirasakan oleh mayoritas kelas menengah Indonesia tidak serta-merta menurunkan daya beli. Sebaliknya, pola konsumsi bergeser menjadi lebih selektif dan berfokus pada kebutuhan nyata.
Survei yang dilakukan oleh FWD menunjukkan bahwa sekitar 66 % responden mengalami stres atau kecemasan finansial. Kondisi ini lebih memengaruhi cara mereka mengalokasikan uang daripada menurunkan kemampuan membeli secara keseluruhan.
- Tekanan keuangan tidak menurunkan daya beli secara signifikan, melainkan menggeser pola konsumsi menjadi lebih berbasis kebutuhan.
- Sebanyak 66 % responden melaporkan stres finansial, yang memicu perubahan prioritas belanja, bukan penurunan konsumsi langsung.
- Konsumen kini lebih rasional, menghindari barang tidak penting, dan lebih memilih produk dengan nilai manfaat jangka panjang.
Akibatnya, produk-produk yang tidak memiliki urgensi atau nilai manfaat jangka panjang berpotensi kehilangan pangsa pasar di kalangan kelas menengah. Fenomena ini menandakan bahwa meski daya beli tetap terjaga, konsumen menuntut lebih banyak kejelasan nilai dalam setiap pembelian.











