Keuangan.id – 15 Maret 2026 | Ramadan semakin menjelang penutupannya, dan umat Islam di seluruh dunia menantikan malam yang diyakini lebih baik daripada seribu bulan. Malam Lailatul Qadar, yang diperkirakan jatuh pada sepuluh malam terakhir Ramadan, menjadi fokus utama ibadah bagi jutaan Muslim. Pemerintah, organisasi keagamaan, serta komunitas masjid menggelar berbagai kegiatan untuk memudahkan umat melaksanakan sholat malam dan amalan lainnya.
Apa Itu Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar disebut dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5 sebagai malam yang turunannya Al-Qur’an dan membawa rahmat serta ampunan. Karena keutamaannya, para ulama sepakat bahwa nilai ibadah pada malam tersebut melebihi ibadah selama seribu bulan.
Waktu Pelaksanaan yang Dianjurkan
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Lailatul Qadar dapat dicari pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan, yaitu tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29. Karena kepastian waktunya tidak dapat dipastikan, para ulama menyarankan umat memperbanyak ibadah pada setiap malam ganjil tersebut, khususnya pada sepertiga terakhir malam (dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar).
Tata Cara Sholat Malam Lailatul Qadar
- Menentukan waktu: Sholat dilakukan setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar, idealnya pada sepertiga terakhir malam.
- Persiapan: Wudhu lengkap, pakaian bersih, dan tempat yang tenang menjadi syarat agar khusyuk.
- Niat: Contoh niat dua rakaat, “Ushalli sunnatan fi lailatil qadri rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.” Untuk empat rakaat, tambahkan “arba’a raka’atin”.
- Pelaksanaan rakaat: Setiap rakaat dimulai dengan takbiratul ihram, dilanjutkan Al-Fatihah, kemudian surat pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas). Gerakan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud dilakukan sebagaimana sholat biasa.
- Penutup: Setelah dua atau empat rakaat, sholat diakhiri dengan salam ke kanan dan kiri.
Jumlah rakaat fleksibel; sebagian ulama memperbolehkan empat hingga dua belas rakaat, tergantung kemampuan jamaah.
Doa dan Zikir Setelah Sholat
Setelah selesai sholat, dianjurkan memperbanyak istighfar (70 kali) serta membaca doa khusus, contohnya: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Selain itu, umat dapat melanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan doa memohon ampunan serta keberkahan.
Amalan Pendukung Selama Sepuluh Malam Terakhir
- Membaca Al-Qur’an secara intensif.
- Memberikan sedekah kepada yang membutuhkan.
- Melaksanakan i’tikaf di masjid atau rumah untuk mengisolasi diri dalam ibadah.
- Berpartisipasi dalam sholat berjamaah, terutama pada malam ke-27 yang sering dianggap memiliki peluang besar.
- Mengadakan kultum singkat atau ceramah untuk mengingatkan jamaah tentang keutamaan malam tersebut.
Perbedaan Penentuan Tanggal 27 Ramadan
Kalender Hijriyah yang berbeda antara lembaga keagamaan menimbulkan variasi penetapan tanggal 27 Ramadan. Muhammadiyah memperkirakan malam tersebut jatuh pada 15 Maret 2026, sementara pemerintah mengidentifikasinya pada 16 Maret 2026. Kedua tanggal tetap berada dalam rentang sepuluh malam terakhir, sehingga umat tetap dapat memanfaatkan waktu tersebut.
Dengan memadukan sholat malam, doa, serta amalan lain, umat Islam diharapkan dapat memaksimalkan potensi keberkahan Lailatul Qadar. Tidak hanya sekadar menunggu satu malam tertentu, tetapi menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir dengan ibadah konsisten menjadi kunci utama meraih pahala yang dijanjikan.
Semoga setiap muslim dapat merasakan kedamaian, ampunan, dan rahmat Allah SWT pada malam yang mulia ini.











