Keuangan.id – 18 April 2026 | Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengumumkan kolaborasi strategis dengan Mega Global Food Industry untuk memperkuat daya saing ekspor produk makanan Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas jaringan pasar, khususnya melalui dukungan pembiayaan yang disesuaikan bagi pelaku industri, termasuk Kokola Group yang kini berhasil menembus 55 negara.
Program pembiayaan ekspor yang dirancang LPEI mencakup fasilitas kredit jangka pendek, asuransi risiko politik, serta pendampingan teknis dalam proses sertifikasi internasional. Dengan skema ini, pelaku usaha dapat mengurangi beban modal kerja, mempercepat siklus produksi, dan mengoptimalkan margin keuntungan.
Berikut beberapa poin utama program tersebut:
- Fasilitas Kredit Ekspor: Pinjaman dengan suku bunga kompetitif dan tenor fleksibel hingga 24 bulan.
- Asuransi Risiko: Proteksi terhadap risiko non‑pembayaran dan perubahan kebijakan perdagangan di negara tujuan.
- Pendampingan Teknis: Bimbingan dalam standar keamanan pangan, label internasional, dan prosedur bea cukai.
Implementasi kolaborasi ini diharapkan meningkatkan volume ekspor makanan olahan Indonesia secara signifikan. Data internal LPEI menunjukkan bahwa sejak program berjalan, nilai ekspor Kokola Group naik sebesar 18% dalam enam bulan pertama, dengan peningkatan pangsa pasar di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.
| Negara Target | Persentase Peningkatan Nilai Ekspor |
|---|---|
| Singapura | 12% |
| UAE | 15% |
| Kenya | 9% |
| Vietnam | 11% |
Melalui sinergi antara LPEI dan Mega Global Food Industry, diharapkan Indonesia dapat mengukir posisi lebih kuat dalam peta persaingan global, khususnya di sektor makanan dan minuman. Langkah ini selaras dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor non‑migas dan mendiversifikasi pasar tradisional.











