Keuangan.id – 12 Mei 2026 | Toyota Fortuner bensin 2006 bekas telah menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin memiliki SUV yang tangguh dan fleksibel. Meskipun harga jualnya lebih tinggi daripada Agya, namun biaya operasionalnya sebenarnya lebih murah.
Andre, pemilik Toyota Fortuner VRZ tahun 2021, mengungkapkan bahwa biaya operasional SUV diesel tersebut tidak bisa dibilang murah. Untuk kebutuhan bahan bakar, dirinya mengaku menghabiskan biaya sekitar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per bulan dengan menggunakan Dexlite seharga Rp 26.000 per liter.
Andre juga mengatakan, sejak harga solar non subsidi mengalami kenaikan, penggunaan Fortuner untuk mobilitas harian mulai dikurangi. Saat ini mobil tersebut lebih sering dipakai untuk perjalanan luar kota dibanding penggunaan dalam kota setiap hari.
Jika dihitung dalam setahun, biaya bahan bakar yang dikeluarkan Andre berada di kisaran Rp 24 juta hingga Rp 48 juta. Rata-rata pengeluaran BBM tahunannya sekitar Rp 36,5 juta.
Selain bahan bakar, biaya pajak tahunan Fortuner diesel miliknya juga tergolong cukup besar, yakni sekitar Rp 8,5 juta sampai Rp 9 juta per tahun. Sementara untuk perawatan berkala, Andre mengaku biaya servis rutin masih relatif wajar untuk ukuran SUV diesel.
Jika ditotal secara kasar, maka setidaknya Andre harus mengeluarkan dana paling sedikit Rp 33,5 juta per tahun, hingga Rp 60 juta untuk biaya kepemilikan Toyota Fortuner diesel. Meskipun demikian, Andre menilai Toyota Fortuner diesel tetap menawarkan nilai lebih dari sisi durabilitas, kenyamanan perjalanan jauh, hingga kemampuan melibas berbagai kondisi jalan.
Demikianlah informasi tentang biaya operasional Toyota Fortuner bensin 2006 bekas. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam membuat keputusan yang tepat.









