Laju Kinerja Asuransi Properti Diproyeksi Tertahan pada 2026, AAUI Beberkan Sebabnya

Laju Kinerja Asuransi Properti Diproyeksi Tertahan pada 2026, AAUI Beberkan Sebabnya
Laju Kinerja Asuransi Properti Diproyeksi Tertahan pada 2026, AAUI Beberkan Sebabnya

Keuangan.id – 06 April 2026 | Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengeluarkan proyeksi bahwa pertumbuhan kinerja asuransi properti di Tanah Air akan berada di zona datar hingga tahun 2026. Analisis ini didasarkan pada penurunan signifikan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) yang diprediksi akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

Tahun Pertumbuhan Premi (%)
2022 1,2
2023 0,8
2024 0,5
2025 0,3
2026 0,0

Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab penurunan laju tersebut antara lain:

  • Penurunan permintaan KPR: Tingginya suku bunga kredit perumahan dan kebijakan pembatasan kredit membuat calon pembeli rumah menunda atau membatalkan rencana pembelian.
  • Lambatnya penjualan apartemen: Oversupply unit apartemen di kota‑kota besar menurunkan daya tarik investasi properti, sehingga menurunkan kebutuhan asuransi properti komersial.
  • Ketidakpastian ekonomi global: Fluktuasi nilai tukar dan tekanan inflasi mengurangi kepercayaan konsumen serta pelaku usaha dalam mengambil komitmen jangka panjang.
  • Perubahan perilaku konsumen: Meningkatnya minat pada alternatif hunian seperti rumah susun sederhana (rusun) yang biasanya tidak diasuransikan secara komprehensif.

AAUI menegaskan bahwa meski pertumbuhan premi terhenti, sektor asuransi properti tetap penting untuk menjaga stabilitas pasar properti. Asosiasi menyarankan perusahaan asuransi untuk meningkatkan inovasi produk, seperti paket asuransi mikro dan digital, serta memperkuat edukasi risiko kepada pemilik properti.

Jika kondisi kredit perumahan membaik atau kebijakan moneter melonggarkan suku bunga, AAUI memperkirakan peluang pertumbuhan dapat kembali menguat setelah 2026. Namun untuk saat ini, pemangku kepentingan diharapkan menyiapkan strategi mitigasi risiko yang lebih adaptif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *