Keuangan.id – 31 Maret 2026 | PT Delta Siak Nusantara Gas (DSNG) mencatatkan laba bersih mencapai Rp1,8 triliun pada tahun 2025, melambung sebesar 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut menandai kinerja keuangan terbaik perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Peningkatan laba dipicu oleh tiga faktor utama. Pertama, harga minyak kelapa sawit (CPO) yang mengalami kenaikan signifikan selama kuartal pertama hingga ketiga 2025, memberikan margin yang lebih tinggi pada produk turunan energi yang diproduksi DSNG. Kedua, volume penjualan gas dan energi terbarukan meningkat karena permintaan domestik yang kuat serta ekspansi kontrak pasokan ke wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ketiga, permintaan global terhadap energi bersih dan bahan bakar alternatif tetap tinggi, memungkinkan DSNG mengekspor lebih banyak produk dengan harga kompetitif.
Berikut rangkuman kinerja keuangan DSNG selama dua tahun terakhir:
| Tahun | Laba (triliun Rp) |
|---|---|
| 2024 | 1,125 |
| 2025 | 1,8 |
Analisis pasar menunjukkan bahwa harga CPO diperkirakan akan tetap berada pada level tinggi hingga akhir tahun, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menstimulasi produksi kelapa sawit serta permintaan dari industri makanan dan biofuel. Kondisi ini memberikan ruang bagi DSNG untuk terus memanfaatkan selisih harga antara CPO dan produk turunannya.
Para analis menilai bahwa DSNG berada pada posisi yang menguntungkan untuk mempertahankan pertumbuhan laba di atas 50% selama dua tahun ke depan, asalkan perusahaan dapat menjaga efisiensi operasional dan memperluas jaringan distribusi.











