Keuangan.id – 22 April 2026 | Bank Mandiri mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan pada kuartal terakhir 2023, mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi kredit dan peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Kenaikan ini menambah optimisme investor menjelang 2024.
Rasio Keuangan Kunci
| Rasio | 2023 | 2022 |
|---|---|---|
| Return on Assets (ROA) | 2,15 % | 1,78 % |
| Return on Equity (ROE) | 15,6 % | 13,4 % |
| Non‑Performing Loan (NPL) | 2,1 % | 2,5 % |
| Capital Adequacy Ratio (CAR) | 18,3 % | 17,9 % |
| Cost‑to‑Income Ratio | 38,5 % | 41,2 % |
Naiknya ROA dan ROE menunjukkan peningkatan efisiensi aset dan profitabilitas modal. Penurunan NPL menandakan kualitas kredit yang semakin baik, sementara CAR yang tetap di atas regulasi menambah ketahanan modal.
Faktor Pendukung Laba
- Pertumbuhan Kredit Prospektif: Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 12‑13 % tahun ini, dengan fokus pada sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan UMKM.
- Peningkatan DPK: Dana pihak ketiga tumbuh lebih cepat daripada kredit, menciptakan likuiditas yang cukup untuk mendukung penyaluran kredit baru.
- Efisiensi Operasional: Program digitalisasi mempercepat proses layanan, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan rasio biaya terhadap pendapatan.
Harapan Investor di 2024
Dengan fundamental yang kuat, analis memperkirakan laba bersih tahun 2024 dapat mencapai Rp 30 triliun, lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya. Prospek dividen yang stabil dan potensi kenaikan harga saham menjadi daya tarik bagi investor ritel dan institusional.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan Bank Mandiri pada akhir 2023 menegaskan posisi bank terbesar di Indonesia sebagai pilar utama sistem perbankan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar di tahun mendatang.











