Keuangan.id – 04 April 2026 | PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalami penurunan laba bersih pada tahun buku 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh harga batubara yang lebih rendah serta biaya operasional yang meningkat. Meskipun kinerja keuangan menunjukkan tekanan, aksi akumulasi saham PTBA masih terlihat aktif di pasar.
Investor institusional dan publik tampaknya tidak terpengaruh oleh penurunan laba, melanjutkan strategi beli dengan tujuan jangka panjang. Beberapa analis menilai bahwa nilai aset batubara PTBA masih undervalued, sehingga potensi pemulihan harga komoditas di masa depan menjadi faktor penopang minat beli.
| Tahun | Laba Bersih (Rp Miliar) |
|---|---|
| 2024 | 5.200 |
| 2025 | 4.350 |
Data di atas menunjukkan penurunan sekitar 16% pada laba bersih tahun 2025. Meskipun demikian, volume perdagangan saham PTBA tetap tinggi, mencerminkan keyakinan pasar bahwa perusahaan mampu kembali meningkatkan profitabilitasnya.
Secara teknikal, harga saham PTBA berada dalam zona support kuat di kisaran Rp1.200 per lembar, sementara indikator RSI masih berada di wilayah netral, memberi sinyal bahwa tekanan jual belum dominan.
Ke depan, faktor-faktor yang akan memengaruhi kinerja PTBA meliputi kebijakan pemerintah terkait ekspor batubara, dinamika harga komoditas global, serta upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi produksi. Jika kondisi tersebut membaik, potensi kenaikan harga saham PTBA dapat kembali menguat, mengundang lebih banyak aksi beli dari investor.











