Keuangan.id – 13 Mei 2026 | Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari berakhir dengan tuduhan pelanggaran dari kedua belah pihak.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pasukannya telah sepenuhnya mematuhi aturan penghentian tembakan sejak awal Mei. Namun, pihak Moskow mencatat adanya lebih dari 23 ribu pelanggaran yang dilakukan oleh militer Ukraina di seluruh zona operasi.
Selain di garis depan pertempuran, Rusia melaporkan wilayah Belgorod menjadi sasaran serangan 18 drone Ukraina yang menghantam fasilitas sipil dan melukai dua warga. Sebagai respons, militer Rusia menyatakan hanya melakukan serangan balasan untuk menetralisir pos komando musuh dan melaporkan telah menjatuhkan setidaknya 85 drone milik Ukraina.
Konflik ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan telah menyebabkan kerugian besar bagi kedua negara. Gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya merupakan upaya untuk mengurangi tensi dan mencari solusi damai. Namun, dengan adanya tuduhan pelanggaran dari kedua belah pihak, prospek untuk perdamaian tampaknya semakin sulit.
Rusia telah mengumumkan gencatan senjata pada tanggal 8-9 Mei, namun Ukraina telah menolak tawaran tersebut. Ukraina telah menyatakan bahwa mereka tidak akan berhenti bertempur sampai Rusia meninggalkan wilayah mereka.
Konflik ini telah menarik perhatian internasional dan telah menyebabkan tekanan diplomatik pada kedua negara. Komunitas internasional telah menyerukan agar kedua negara mencari solusi damai dan menghentikan kekerasan.
Dalam beberapa bulan terakhir, konflik ini telah menyebabkan kerugian besar bagi kedua negara. Ratusan ribu orang telah terpaksa mengungsi dan infrastruktur telah hancur. Diperlukan upaya diplomatik yang serius untuk menghentikan kekerasan dan mencari solusi damai.
Untuk saat ini, konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung dan tidak ada tanda-tanda bahwa kekerasan akan segera berakhir. Komunitas internasional harus terus menyerukan agar kedua negara mencari solusi damai dan menghentikan kekerasan.











