Keuangan.id – 03 April 2026 | Rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi total sebesar Rp575 triliun, yang diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada beberapa tahun ke depan.
| Negara | Komitmen Investasi (Rp) |
|---|---|
| Jepang | Rp325 triliun |
| Korea Selatan | Rp250 triliun |
Berikut adalah sektor‑sektor utama yang akan menerima investasi:
- Infrastruktur transportasi: pembangunan jalan tol, rel kereta api, dan pelabuhan.
- Energi bersih: pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan hidrogen hijau.
- Manufaktur tinggi: pembuatan komponen otomotif, semikonduktor, dan peralatan medis.
- Digital dan teknologi: pusat data, jaringan 5G, serta startup teknologi finansial.
Para ahli ekonomi menilai bahwa aliran dana tersebut dapat menambah lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat modernisasi industri nasional. Jika seluruh komitmen terealisasi tepat waktu, perkiraan pertumbuhan PDB Indonesia dapat meningkat hingga 0,5‑1 poin persentase per tahun.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk menyediakan iklim investasi yang stabil, termasuk penyederhanaan perizinan, perlindungan hak properti, dan kebijakan fiskal yang mendukung. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor asing, harapan besar ditempatkan pada dampak jangka panjang yang positif bagi kesejahteraan rakyat.
