Klasemen Super League 2025/26: Arema FC & Malut United Tertahan, PSBS Biak Mengincar Degradasi

Klasemen Super League 2025/26: Arema FC & Malut United Tertahan, PSBS Biak Mengincar Degradasi
Klasemen Super League 2025/26: Arema FC & Malut United Tertahan, PSBS Biak Mengincar Degradasi

Keuangan.id – 13 April 2026 | Setelah pertandingan seru antara Dewa United (DU) melawan PSIM yang berakhir tanpa gol, dinamika klasemen Super League 2025/26 kembali menegang. Dua klub yang sebelumnya berada di zona tengah, Arema FC dan Malut United, kini harus menerima hasil imbang yang menahan laju poin mereka, sementara PSBS Biak tampak berada di ambang degradasi.

Posisi Puncak: Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta

Di puncak klasemen, trio besar tetap tak tergoyahkan. Persib Bandung memimpin dengan selisih enam poin dari rival terdekat, mengamankan tiga kemenangan lagi untuk mengukuhkan peluang meraih gelar ketiga beruntun serta tiket AFC Champions League Two. Borneo FC menempel ketat di posisi kedua, menjaga jarak tipis dari Persib sekaligus mengamankan tempat di AFC Challenge League. Persija Jakarta mengisi posisi ketiga, bersaing untuk slot ASEAN Club Championship musim depan.

Posisi Klub Poin
1 Persib Bandung 34
2 Borneo FC 32
3 Persija Jakarta 30

Zona Tengah: Arema FC & Malut United Terhenti

Arema FC, yang dikenal sebagai “Singo Edan”, baru saja menamatkan pekan ke-19 dengan hasil imbang melawan tim yang berada di zona tengah. Kekurangan satu poin ini membuat mereka tertahan di peringkat ke‑6, jauh dari ambang zona aman yang berada di peringkat ke‑12. Sementara itu, Malut United yang tengah berjuang menembus posisi menengah klasemen, juga mengalami kebuntuan yang sama setelah tidak berhasil menambah poin dalam laga terakhir.

Kedua klub kini harus mengandalkan strategi ofensif yang lebih tajam serta memperbaiki pertahanan jika ingin kembali menanjak ke papan tengah atas. Kualitas pemain baru yang masuk pada bursa transfer musim ini diharapkan dapat memberi dorongan tambahan.

Zona Bawah: PSBS Biak di Ambang Degradasi

Masalah paling mendesak masih mengintai PSBS Biak. Setelah dua kekalahan telak berurutan melawan Borneo FC dan Bali United, klub yang berada di peringkat 18 dengan 18 poin kini berada enam poin di belakang zona aman. Jika tidak mampu mengumpulkan setidaknya tiga poin dalam lima laga tersisa, mereka akan menjadi tim pertama yang terdegradasi pada musim ini.

Sementara itu, Semen Padang yang berada di peringkat 17 gagal memanfaatkan peluang melawan Persis Solo, kalah 2‑1 di Stadion Manahan. Hasil ini menambah jarak mereka menjadi empat poin dari zona aman. Madura United, yang sempat berada di zona degradasi, kini berada di peringkat tiga dari bawah setelah meraih kemenangan penting, namun masih berisiko jika performa menurun lagi.

Pergerakan Lain di Klasemen

  • PSM Makassar, Persijap Jepara, dan Persis Solo berhasil mengamankan kemenangan penting, menstabilkan posisi mereka di luar zona tiga terbawah.
  • Persib Bandung hanya memerlukan enam kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara dan tiket AFC Champions League Two.
  • Borneo FC menjaga jarak tipis dengan Persib dan Persija, berpeluang lolos ke AFC Challenge League.
  • Persija Jakarta masih menanti keputusan apakah peringkat tiga dan empat akan berhak berpartisipasi dalam ASEAN Club Championship.

Dengan sisa lima pekan kompetisi, setiap poin menjadi krusial. Klub-klub di zona tengah harus mengoptimalkan peluang melawan lawan yang berjuang di zona aman, sementara tim-tim di zona bawah harus menghindari kesalahan fatal yang dapat mempercepat degradasi.

Secara keseluruhan, klasemen Super League 2025/26 menunjukkan ketatnya persaingan di seluruh level. Persaingan di puncak masih terbuka lebar, sementara zona bawah menampilkan drama degradasi yang belum selesai. Penampilan Arema FC dan Malut United pada pekan berikutnya akan menjadi penentu apakah mereka dapat keluar dari kebuntuan atau terperosok lebih dalam.

Dengan hanya lima laga tersisa, para penggemar dapat mengharapkan aksi-aksi menegangkan yang akan menentukan nasib akhir masing‑masing klub. Semua mata kini tertuju pada lapangan, menanti siapa yang akan melaju ke puncak dan siapa yang harus menelan kekecewaan relegasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *