Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Pasar komoditas mengalami tekanan signifikan setelah ketegangan geopolitik meningkat antara Iran dan Uni Emirat Arab (UEA). Konflik ini menambah ketidakpastian global, memicu pergerakan mata uang dan komoditas.
Dampak pada Harga Emas
Harga emas tercatat turun sekitar 2 persen dalam sesi perdagangan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya ekspektasi inflasi yang dipengaruhi oleh situasi di Timur Tengah.
Faktor Penggerak Utama
- Dolar AS yang menguat: Dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, menurunkan daya tarik emas yang diperdagangkan dalam dolar.
- Ketegangan Iran-UEA: Konflik meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan energi, yang selanjutnya menambah tekanan pada pasar keuangan.
- Ekspektasi inflasi: Kekhawatiran inflasi global mengubah alokasi investasi, meski dalam jangka pendek emas diperdagangkan lebih lemah.
Proyeksi Pasar
Para analis memperkirakan harga emas dapat berfluktuasi dalam kisaran 1.900 hingga 2.000 dolar per troy ounce dalam beberapa minggu ke depan, tergantung pada perkembangan diplomatik antara kedua negara.
Investor disarankan untuk memantau pernyataan resmi serta kebijakan moneter Amerika Serikat sebagai indikator utama pergerakan harga emas selanjutnya.











